Karhutla di Riau Terus Meluas
Asap Kiriman Selimuti Kota Siak, Warga Cemas Anak Terancam ISPA
Dari kejauhan, pemandangan kota Siak tampak memutih, seolah tertutup selimut tipis yang menggantung di udara.
Penulis: Mayonal Putra | Editor: Muhammad Ridho
TRIBUNPEKANBARU.COM, SIAK - Kota Siak Sri Indrapura mulai diselimuti kabut asap, Kamis (12/2/2027).
Dari kejauhan, pemandangan kota tampak memutih, seolah tertutup selimut tipis yang menggantung di udara.
Bau khas gambut terbakar pun tercium jelas, terutama saat warga membuka pintu rumah di pagi hari.
Kondisi ini memunculkan kecemasan, terutama bagi orang tua yang memiliki anak usia sekolah.
Rani (32), seorang warga Kota Siak, mengaku mulai waswas dengan kondisi dua buah hatinya yang masih duduk di bangku SD dan TK. Sejak pagi, ia merasakan perbedaan kualitas udara. Tenggorokannya terasa kering, dan aroma asap samar namun menusuk kerap tercium saat berada di luar rumah.
Pengalaman kabut asap beberapa tahun lalu membuatnya semakin khawatir. Saat itu, anak sulungnya sempat mengalami batuk dan pilek berkepanjangan hingga harus bolak-balik berobat. Trauma itu masih membekas. Ia takut kondisi serupa kembali terulang jika kabut asap semakin pekat.
“Mungkin anak-anak harus mulai pakai masker, karena kan dari pagi sudah ke sekolah,” ujarnya.
Baca juga: Wabup Siak Ingin Ubah Tagline Siak The Truly Malay, Padahal Sudah Mempunyai Hak Cipta
Baca juga: Sejarah Tagline Siak The Truly Malay, Irving Kahar: Sudah Mempunyai Hak Cipta
Menurutnya, kekhawatiran bukan hanya soal kesehatan, tetapi juga kemungkinan terganggunya aktivitas belajar jika kondisi memburuk. Ia berharap kabut asap tidak sampai memaksa sekolah diliburkan seperti yang pernah terjadi sebelumnya.
“Semoga jangan sampai separah dulu. Yang penting sekarang kita jaga-jaga dulu,” tuturnya.
Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kabupaten Siak, Novendra Kasmara, membenarkan bahwa kabut asap mulai terlihat di sejumlah wilayah. Ia menjelaskan, fenomena tersebut lebih dipengaruhi oleh asap kiriman dari daerah lain.
“Kondisi hari ini sudah mulai nampak kabut asap di sebagian wilayah Kabupaten Siak. Hal ini lebih dipengaruhi oleh asap kiriman dari karhutla di Kabupaten Bengkalis dan Semenanjung Kampar, Pelalawan. Di sana kebakarannya memang cukup parah saat ini,” jelas Novendra.
Ia menyebutkan, sebagian personel Manggala Agni bahkan telah dikerahkan ke Bengkalis untuk membantu penanganan kebakaran. Karena itu, masyarakat di wilayah pesisir Siak diminta meningkatkan kewaspadaan.
“Hati-hati kita yang di pesisir, terutama Sungai Apit,” katanya.
Meski demikian, Novendra menegaskan bahwa kebakaran hutan dan lahan di wilayah Kabupaten Siak sendiri masih terjadi dalam skala kecil dan terkendali.
“Tadi malam ada empat titik api yang muncul, namun bisa cepat dipadamkan oleh tim di lapangan,” ujarnya.
BPBD Siak terus melakukan patroli dan pemantauan intensif, terutama di wilayah rawan. Pemerintah daerah juga mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran lahan serta segera melapor jika menemukan titik api.
(Tribunpekanbaru.com/mayonal putra)
| Hari Ini 335 Titik, Riau Kembali Jadi Penyumbang Titik Panas Terbesar di Sumatera |
|
|---|
| Belum Dua Bulan, Karhutla di Riau Sudah Melahap Lebih dari 1.000 Hektare |
|
|---|
| Pemerintah Belum Konsisten Soal Pencegahan Karhutla |
|
|---|
| Titik Api Terus Bertambah, Pemkab Rohil Segera Tetapkan Status Siaga |
|
|---|
| Kampar Ancang-Ancang Tetapkan Siaga Darurat Karhutla, Ini Pertimbangannya |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pekanbaru/foto/bank/originals/Foto-udara-kabut-asap-kiriman-dari-kabupaten-tetangga-Bengkalis.jpg)