Kamis, 7 Mei 2026
Pemko Pekanbaru
Super Hub Pemko Pekanbaru

Penerapan WFH ASN di Riau

Siak Tetapkan WFH Setiap Rabu untuk Hindari Long Weekend, ASN Sebut Justru Tidak Efisien

Penetapan hari Rabu tersebut menuai keluhan dari sejumlah ASN, khususnya yang berdomisili di luar Kota Siak Sri Indrapura.

Tayang:
Penulis: Mayonal Putra | Editor: Muhammad Ridho
Tribunpekanbaru.com/Mayonal Putra
Bupati Siak Afni Z 

TRIBUNPEKANBARU.COM, SIAK – Pemkab Siak menetapkan Work From Home (WFH) setiap Rabu, dimulai 8 April 2026, besok.

Penetapan hari Rabu tersebut menuai keluhan dari sejumlah ASN, khususnya yang berdomisili di luar Kota Siak Sri Indrapura.

ASN yang tinggal di Perawang dan Pekanbaru mengaku harus mengeluarkan energi lebih. Pasalnya tetap harus bolak-balik ke Siak di tengah skema kerja fleksibel tersebut.

Seorang ASN yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan, pola WFH di hari Rabu justru tidak memberikan efisiensi, melainkan menambah beban perjalanan.

“Kami yang tinggal di luar Siak ini terpaksa pulang Selasa sore, lalu Rabu kerja dari rumah. Tapi Rabu sore harus balik lagi ke Siak. Jadi tetap bolak-balik, capek di jalan dan banyak menghabiskan energi,” ujarnya, Selasa (7/4/2026).

Ia menilai, jika WFH diterapkan pada hari Jumat, pola kerja akan lebih efektif dan efisien. Sekaligus sejalan dengan kebijakan pemerintah pusat maupun sebagian daerah lain di Riau.

“Kenapa tidak Jumat saja? Jadi Sabtu-Minggu sekalian libur, Minggu sore baru balik ke Siak. Itu lebih hemat energi,” katanya.

Menurutnya, kebijakan WFH di hari Rabu juga tidak berpengaruh signifikan terhadap perputaran ekonomi, khususnya pelaku UMKM di Siak.

“Bukan WFH Rabu ini yang bikin UMKM hidup, tapi TPP yang harus dibayarkan. Itu yang meningkatkan daya beli ASN di kota Siak. Meski tidak WFH, TPP tidak cair juga tidak akan ada perubahan di sektor UMKM,” tambahnya.

Baca juga: Daftar 12 Unit Kerja di Kampar yang Tidak Berlaku WFH Jumat, 75 Persen ASN Kampar Tetap WFH

Baca juga: BK DPRD Riau Respon Soal WFH Harus Disesuaikan Dengan Kebutuhan Kerja

ASN menilai, kekhawatiran kepala daerah jika Jumat WFH, terkait potensi long weekend tidaklah relevan.

“Kalau memang long weekend, anak-anak tetap sekolah. Lagian kalau tidak ada uang, mau liburan juga tidak mungkin,” ujarnya.

Bupati Siak, Afni Z, menjelaskan penetapan WFH pada hari Rabu merupakan hasil simulasi dan pertimbangan matang. 

“Ini masih bersifat uji coba,” ujarnya. 

Menurutnya, opsi WFH pada hari Jumat sempat menjadi pertimbangan. Namun, terdapat kekhawatiran akan munculnya long weekend yang dapat mengganggu pelayanan publik.

“Kalau Jumat, dikhawatirkan jadi long weekend dan pelayanan kepada masyarakat terganggu. Jadi kami coba hari Rabu dulu,” jelas Afni.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved