Jumat, 8 Mei 2026
Pemko Pekanbaru
Super Hub Pemko Pekanbaru

Dampak Pasokan BBM Terbatas

Antrean Mengular di SPBU, Warga Siak Keluhkan Sulitnya Pertalite

Antrean pengendara untuk mendapatkan bahan bakar minyak (BBM) masih terlihat mengular di sejumlah SPBU di Kabupaten Siak.

Tayang:
Penulis: Mayonal Putra | Editor: M Iqbal
Tribun Pekanbaru/Mayonal Putra
Antrean pengendara untuk mendapatkan bahan bakar minyak (BBM) masih terlihat mengular di sejumlah SPBU di Kabupaten Siak. 

TRIBUNPEKANBARU.COM, SIAK - Antrean pengendara untuk mendapatkan bahan bakar minyak (BBM) masih terlihat mengular di sejumlah SPBU di Kabupaten Siak. Kondisi ini memicu keluhan warga yang mulai kesulitan mendapatkan Pertalite, baik di SPBU maupun di tingkat pengecer.

Kelangkaan di tingkat eceran bahkan memicu kenaikan harga. Jika biasanya Pertalite dijual sekitar Rp12.000 per liter, kini harganya bervariasi antara Rp13.000 hingga Rp15.000 per liter.

Rohmadi, warga Kecamatan Mempura, mengaku harus mengantre lebih dari satu jam di SPBU untuk mengisi bahan bakar sepeda motornya. Ia menyebut, Pertalite di tingkat eceran sulit ditemukan.

“Eceran susah dapatnya Bang, kemarin ada, cuma harganya sudah Rp14.000. Ke SPBU antriannya panjang,” kata Rohmadi, Selasa (5/5/2026).

Ia menambahkan, kebutuhan BBM hariannya hanya sekitar dua hingga empat liter. Namun, jarak SPBU yang cukup jauh dari rumah serta antrean panjang membuat aktivitasnya terganggu.

“Belinya cuma dua atau empat liter paling banyak, harus pula antre berjam-jam di SPBU,” ujarnya.

Keluhan serupa disampaikan Afriadi, warga Kecamatan Sungai Apit. Ia mengaku kesulitan mendapatkan Pertalite di wilayah tempat tinggalnya dan harus menghadapi antrean panjang di SPBU.

“Susah dapat minyak, di SPBU antriannya panjang, sementara yang mau diisi sepeda motor,” kata Afriadi.

Menurutnya, kondisi ini sangat mengganggu aktivitas masyarakat. Ia berharap pemerintah segera menghadirkan solusi konkret agar distribusi BBM kembali normal.

“Susah mendapatkan minyak begini tentu susah untuk beraktivitas. Banyak yang terganggu, apalagi harus antre panjang,” tambahnya.

Ia juga mengungkapkan pengalaman rekannya yang sudah lama mengantre, namun tidak kebagian BBM karena stok habis.

“Sudah antre lama, pas giliran awak rupanya habis, tidak kebagian,” ujarnya.

Sementara itu, Kapolres Siak Sepuh Ade Irsyam Siregar menegaskan bahwa stok BBM di wilayah Siak masih dalam kondisi normal dan tidak terjadi kelangkaan.

Ia mengimbau masyarakat agar tetap tenang serta tidak melakukan pembelian berlebihan yang dapat memperburuk situasi.

“Masyarakat diimbau untuk tidak melakukan panic buying ataupun memanfaatkan situasi untuk melakukan tindak pidana penimbunan BBM,” tegasnya.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved