Minggu, 7 Juni 2026
Pemko Pekanbaru
Super Hub Pemko Pekanbaru

Karhutla di Siak

Karhutla 20 Hektare di Kandis Siak Belum Padam, Tim Gabungan Masih Berjibaku Padamkan Api

Karhutla terjadi di kawasan kebun sawit di Kampung Pencing Bekulo, Kecamatan Kandis, Kabupaten Siak.

Tayang:
Penulis: Mayonal Putra | Editor: M Iqbal
ISTIMEWA
Petugas gabungan masih berjibaku memadamkan Karhutla yang terjadi di Pencing Bekulo, kecamatan Kandis, kabupaten Siak, Selasa (2/6/2026). 

TRIBUNPEKANBARU.COM, SIAK- Tim gabungan berjibaku memadamkan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang terjadi di kawasan kebun sawit di Kampung Pencing Bekulo, Kecamatan Kandis, Kabupaten Siak. Kebakaran tersebut menghanguskan sekitar 20 hektare lahan dan masih dalam proses penanganan.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Siak, Novendra Kasmara, mengatakan berdasarkan laporan yang diterima, kebakaran terjadi sejak seminggu lalu.

“Lokasi kebakaran berada di kawasan kebun sawit PT Agrinas di Kampung Pencing Bekulo. Luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai 20 hektare dan hingga laporan terakhir masih dalam penanganan,” kata Novendra, Selasa (2/6/2026).

Ia menjelaskan, berdasarkan data Pusdalops BPBD Siak, tidak terdapat hotspot yang terpantau satelit pada hari tersebut. Namun, tim di lapangan menemukan satu titik firespot yang kemudian ditangani untuk mencegah api meluas.

Upaya pemadaman dilakukan oleh tim gabungan yang terdiri dari Manggala Agni Daops Pekanbaru, Damkar BMI, Damkar Desa Pencing, Koramil, Damkar Desa Jambai, serta unsur Babinsa dari wilayah sekitar.

“Tim gabungan melakukan pemadaman dan pembuatan sekat agar api tidak menyebar ke area yang lebih luas,” ujarnya.

Meski demikian, proses pemadaman menghadapi kendala berupa terbatasnya sumber air di sekitar lokasi kebakaran. Kondisi tersebut membuat upaya pengendalian api membutuhkan waktu dan tenaga lebih besar.

Menurut Novendra, untuk mempercepat penanganan, telah diajukan permintaan bantuan helikopter water bombing guna mendukung operasi pemadaman dari udara.

Sementara itu, penyebab kebakaran hingga kini masih dalam penyelidikan. Pihak berwenang masih melakukan pendalaman untuk memastikan sumber api yang menyebabkan terbakarnya puluhan hektare lahan tersebut.

Novendra mengingatkan seluruh pihak, baik masyarakat maupun perusahaan, agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi karhutla, terutama saat kondisi cuaca mulai kering.

“Kami mengimbau semua pihak untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar dan segera melaporkan apabila menemukan indikasi kebakaran agar dapat ditangani lebih cepat,” katanya.

Berdasarkan laporan harian BPBD Kabupaten Siak, kejadian di Kecamatan Kandis menjadi satu-satunya peristiwa Karhutla yang tercatat pada 29 Mei 2026, dengan luas area terdampak mencapai 20 hektare. (Tribunpekanbaru.com/mayonal putra)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved