TribunPekanbaru/

Melihat Samudra Awan dari Bukit Suligi, MTMA Ajak Warga Nikmati Panorama yang Menawan 

Tidak seperti lokasi wisata lainnya, Warga Desa Aliantan benar-benar menjaga lokasi wisata, agar tidak tercemar oleh sampah dan kegiatan merusak alam

Melihat Samudra Awan dari Bukit Suligi, MTMA Ajak Warga Nikmati Panorama yang Menawan 
ISTIMEWA

 
Laporan wartawan Tribun Pekanbaru, Zul Indra

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Demi mempromosikan daerahnya,  warga Desa Aliantan Kecamatan Kabun, Rokan Hulu mengajak keluarga Keluarga My Trip My Adventure (MTMA) Riau dan elemen lainnya mendaki Bukit Suligi di ketinggian 812 Mdpl pada Minggu (6/8).

Selain Keluarga MTMA, turut serta dalam kegiatan jelajah tersebut, 29 orang mahasiswa Universitas Pasir Pengaraian (UPP) sebanyak, 28 orang Mahasiswa KKN UIN Suska Riau, 7 orang Tim porter The Car Taker Desa Aliantan, 26 orang  warga Desa Tapung Hulu dan 7 orang pendatang umum. Total hadir dalam kegiatan tersebut sebanyak 105 orang.

Baca: Sering Berhubungan Dengan Banyak Pria dan Diabetes, Kandungan Wanita ini Terancam

Sesampainya di Puncak Bukit Suligi, digelar upacara pengibaran bendera merah putih perdana, sekaligus peresmian alur pendakian dan resmi dibuka untuk umum. Acara pengibaran bendera tersebut dipimpin langsung oleh Kepala Desa Aliantan, Rois Zakaria SE dan diikuti seluruh peserta acara. Serta dihadiri oleh Bripka Marsem Apriasim Purba dan Aiptu Yusika Chandra sebagai perwakilan babinkamtibnas  Polsek Kabun.

Melihat awan dari puncak bukit suligi
Melihat awan dari puncak bukit suligi (ISTIMEWA)

Ketua MTMA Riau, Agus Setiando mengatakan Bukit Suligi memiliki pemandangan indah. Para wisatawan bisa melihat gundukan-gundukan bukit lainnya, lebatnya hutan Tropis Riau, serta Danau PLTA Koto Panjang yang membentang luas.

"Kalau lokasi cocok menjadi andalan wisata Riau, karna di sana bisa terlihat luasnya Danau Rusa dan Danau PLTA Koto Panjang yang ada di Kampar. Jika beruntung, bisa melihat samudra awan. Tidak hanya bisa menikmati keindahan panorama di Bukit Suligi, sepanjang jalan menurun menuju desa, akan disajikan tiga air terjun yang memiliki ketinggian bervariasi, salah satunya adalah air Terjun Donat yang bentuknya bulat, mirip seperti donat. Perjalanan dari pintu pendakian hingga ke atas pun tidak terlalu jauh, lebih kurang kalau biasa mendaki hanya memakan waktu satu jam,"jelasnya.

Baca: PJU Menunggak Sampai Tujuh Bulan, Pemda Pelalawan Tunggu Verifikasi Dinas PUPR

Tidak seperti lokasi wisata lainnya, Warga Desa Aliantan benar-benar menjaga lokasi wisata, agar tidak tercemar oleh sampah dan kegiatan merusak alam lainnya. Para wisatawan yang datang juga dipandu oleh tim The Care Taker Desa.

"Tim the care taker ini bekerja sebagai porter sekaligus pemandu perjalanan. Mereka dididik langsung Kepala Desa Aliantan. Tugas mereka lainnya adalah menghimbau setiap orang yang datang agar tidak membuang sampah sembarangan, namun membawanya kembali turun. Mereka langsung memantau siapa yang naik dan barang apa saja yang dibawa. Ketika ada yang buang sampah di atas bukit, langsung ditegur,"tuturnya.

Ditambahkan Agus, tempat tersebut sudah satu tahun dikelola, namun belum diresmikan. Serta belum banyak yang tahu, walau demikian para pendatang banyak yang mencari informasi bagaimana mencapai bukit yang terhitung tinggi di Riau itu. Setelah diresmikan pada Minggu kemarin, antusias warga untuk menuju puncak Bukit Suligi langsung meningkat. Di hari pertama, jumlah pengunjung mencapai 1000 orang.(*)

Penulis: Zul Indra
Editor: M Iqbal
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help