TribunPekanbaru/

Proyek Pojok Tiket Disebut Mirip Bangunan Toilet, Ini Penjelasan Kadis Pariwisata Siak

"Tujuan kito bukan bangun WC tapi bangun tempat tiket. Perhatikan saja setelah bangunan dah jadi nanti

Proyek Pojok Tiket Disebut Mirip Bangunan Toilet, Ini Penjelasan Kadis Pariwisata Siak
Istimewa
Miniatur pembangunan fasilitas umum ticketing gate di kawasan Istana Siak 

TRIBUNPEKANBARU.COM - Pemkab Siak lama-lama jiga gerah dengan dinamika di media sosial tentang adanya bangunan di pojok kompleks Istana Siak. Sebab, warga komplain karena menduga bangunan yang sedang dikerjakan itu toilet umum. 

Kepala Dinas Pariwisata Siak Fauzi Asni menyebut, dugaan warga terkait bangunan itu tidak benar. Sebab,  pembangunan gedung kecil itu adalah ticketing gate. Ticketing gate merupakam fasilitas penunjang bagi kemajuan pariwisata Siak.

"Tujuan kito bukan bangun WC tapi bangun tempat tiket. Perhatikan saja setelah bangunan dah jadi nanti fungsi dan kegunaannyo kalau dah siap untuk apo. Mohon kepada warga Siak untuk tidak membesar-besarkan hal ini, karena kegiatan ini didanai mengunakan Alokasi Dana Khusus (DAK) APBN Anggaran tahun 2017", kata dia, Senin (4/9/2017)

Ia menjelaskan, karena bangunan itu dari DAK, maka pengusulannya berbentuk program fasilitas umum (Fasum) dan fasilitas sosial (fasos). Sehingga nama kegiatannya di dalam data base harus berupa pembangunan toilet

"Jadi kepada warga Siak mohon untuk dapat dipahami dan dimengerti. Karena nantinya gedung hanya difungsikan sebagi tempat penjualan tiket atau bagi para pengunjung yang hendak masuk ke kawasan Istana Siak dan sekitarnya, Bukan WC umum," kata dia lagi.

Ia berkomitmen memajukan sektor pariwisata Siak. Pembangunan ticketing gate itu sekaligus mengakomodir kunjungan ke balai kerapatan, masjid Suktan, makam hingga ke klenteng.

"Sayo berharap kesimpang siuran opini yang terjadi di tengah masyarakat beberapa minggu terhakir ini dapat terjawab  Kalaulah ini masih dipermasalahkan juga, kita khawatir kedepannya akan susah lagi untuk mendapatkan bantuan dana dari APBN, dan nantinya akan berimbas pada lambatnya pengembangan pariwisata Siak", kata dia. 

Warga menilai bangunan kegiatan itu, peruntukannya fasilitas umum (Fasum) dan Fasilitas Sosial (Fasos) seperti toilet umum dan ruang ganti. Hal itu dianggap menyalahi tata letak dan etika membangun. Karena toilet umum membelakangi makam Sultan Siak. (*)

Penulis: Mayonal Putra
Editor: Raya Desmawanto Nainggolan
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help