TribunPekanbaru/

Siak

VIDEO: Ibu dan Adik Terpidana Mati Kasus Narkoba Histeris dan Protes Majlis Hakim

Ibu dan adik terpidana mati kurir narkoba jenis sabu-sabu seberat 40 Kg histeris di dalam ruangan sidang Pengadilan Negeri (PN) Siak

Laporan wartawan Tribunsiak.com, Mayonal Putra

TRIBUNSIAK.COM, SIAK - Ibu dan adik terpidana mati kurir narkoba jenis sabu-sabu seberat 40 Kg histeris di dalam ruangan sidang Pengadilan Negeri (PN) Siak, Rabu (13/12/2017). Keduanya menyatakan tidak terima dengan putusan majlis yang memvonis Aldino dengan hukuman mati.

Ibu Aldino, Amruziliana langsung berdiri kala hakim ketua Bangun Sagita Rambey mengetuk palu dengan vonis mati. Sebelum sempat hakim menanyakan upaya banding kepada terpidana mati tersebut, Uji, panggilan Amruziliana berdiri dan mengatakan kepada majlis hakim, kok vonis yang dijatuhkan kepada anaknya seakan sama dengan bandar Narkoba.

"Masa samo anak sayo dengan bandar besar. Kami tidak terimo do, pengadilan tidak adil," kata Uji dengan suara yang serak.

Di sampingnya, adik kandung Aldino, Serli juga histeris dan memprotes putusan itu. Ia mengatakan abang kandungnya tersebut tidak pantas dihukum mati. Sebab, peran abangnya hanya sebagai kurir yang menerima upah.

Dia sempat menunjuk-nunjuk Zulfadli, terdakwa kedua yang menunggu giliran untuk diadili, yang disebut Serli lebih pantas mendapat hukuman itu. Sebab, Zulfadli yang membawa Aldino untuk ikut mengantarkan barang haram itu dari Bengkalis ke Pekanbaru.

Upaya Serli mengajukan protes dihalangi oleh aparat kepolisian dan petugas keamanan PN Siak. Karena tidak puas, Serli sempat menjatuhkan diri ke lantai lalu meronta -ronta.

Di pintu ruangan sidang, ia jatuh pingsan hingga dipapah pihak keluarga ke kursi tunggu bagian luar ruangan.

Penulis: Mayonal Putra
Editor: David Tobing
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help