Trans Celebes Bicycle Touring

Tasman Jen, Syaiful, Bambang dan Widodo Memulai Trans Celebes Bicycle Touring. Tempuh Jarak 1.800 Km

Tasman Jen (60), personel Trio Lisoi bersama Syaiful (56), Bambang Trave (53) dan Widodo (53), memulai Trans Celebes Bicycle Touring

Tasman Jen, Syaiful, Bambang dan Widodo Memulai Trans Celebes Bicycle Touring. Tempuh Jarak 1.800 Km
Facebook/Tasman Jen
Tasman Jen (60), personel Trio Lisoi bersama Syaiful (56), Bambang Trave (53) dan Widodo (53), yang memulai Trans Celebes Bicycle Touring, sedang berfoto di depan kantor Harian Tribun Timur (satu grup dengan Tribun Pekanbaru) 

Setelah sukses dengan Tour de Borneo atau Borneo Long Distance Cycling, Tasman Jen (60), personel Trio Lisoi bersama Syaiful (56), Bambang Trave (53) dan Widodo (53), memulai Trans Celebes Bicycle Touring. Empat pesepeda ini akan blusukan di pulau Sulawesi dengan bersepeda sekitar 1.800 Km. Berikut catatan perjalanannya yang dituliskan secara bersambung oleh Tasman Jen untuk pembaca Tribun Pekanbaru:

HUJAN dan angin menyambut kami di Bandara Sultan Hasanuddin Makassar,waktu menunjukan jam 15.30 wita.

Ini adalah kali ke dua saya menginjakan kaki di Kota yang terkenal dengan hidangan khasnya yaitu Coto Makassar dan juga sebuah pantai yang sudah masyur ke seantero negeri, Pantai Losari, tapi sekarang ditambah lagi dengan pantai Makassar dan Bugis.

Kali pertama saya ke sulawesi selatan ini tahun 2010 adalah untuk mendaki gunung Latimojong tapi kali kedua ini saya dengan 3 teman pesepeda yaitu Syaiful 56 tahun, Bambang Trave 53 tahun dan Widodo 53 tahun akan mengajak pembaca yang budiman untuk blusukan di pulau Sulawesi ini dengan bersepeda sejauh +/-1800km.

Perjalanan ini kita namakan Trans Celebes Bicycle Touring, dimana nanti kami akan mengunjungi objek-objek wisata dan tak kalah pentingnya kami akan bersilaturahim dan berinteraksi langsung dengan penduduk lokal sehingga kita bisa belajar kearifan lokal serta lebih mengenal wisata-wisata yang menarik di Indonesia sebagai modal promosi kami sewaktu turing keluar negeri nanti.

Aku dan Syaiful menunggu kedatangan Bambang dan Widodo dari Jakarta dan Surabaya sampai magrib, lalu kami berempat menuju daerah Gowa dimana kami menumpang di rumah teman.

Pagi pagi di hari pertama ini selesai merakit sepeda lalu dengan diantar Syahrul, kawan komunitas sepeda di Makassar, kami coba menelusuri sungai Jenek Berang, Di pinggir kiri kami, terdapat padang rumput berair. Ada beberapa kerbau merumput di situ.

Sebelah kanan kami, ada sungai dengan kapal-kapal layar jenis penisi. Jalan tanah yang kadang kala dipenuhi lumpur agak menyulitkan perjalanan, sepeda penuh beban terpaksa berjalan meliuk kiri kanan memilih jalan yang bagus.

Cuaca cerah rasanya jadi penyejuk kesulitan, tapi kira-kira satu jam perjalanan aku melihat di langit menggantung awan hitam dan tiba-tiba hujan deras mengguyur bagai ditumpahkan dari langit. Aku dan tiga teman berteduh di pondok reyot dekat sungai Jenek Berang yang terlihat berkabut.

Setengah jam menunggu tapi hujan tak kunjung reda, akhirnya perjalanan dilanjutkan dalam hujan ke daerah Benteng Somba Opu.

Halaman
12
Editor: harismanto
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help