Kebiasaaan Keliru Pakai Rem Tangan di Lampu Merah, Ternyata Ini Risikonya!

jangan melakukan kebiasaan yang salah ketika berhenti di lampu merah. "Jika menggunakan rem tangan, sopir akan

Kebiasaaan Keliru Pakai Rem Tangan di Lampu Merah, Ternyata Ini Risikonya!
.

TRIBUNPEKANBARU.com -- Rata-rata pengemudi mobil bertransmisi manual atau matik, biasanya menggunakan rem tangan ketika berhenti di lampu merah.

Langkah itu dilakukan agar membantu sopir lebih rileks, karena tidak perlu menginjak pedal rem.

Menurut Director Training Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI) Sony Susmana, dalam pelatihan Safety Driving di Sirkuit Sentul, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, mengatakan, jangan melakukan kebiasaan yang salah ketika berhenti di lampu merah.

Baca: Jalan Santai hingga Lomba Memasak, Kemeriahan Milad Pertama TIC Pekanbaru 

Baca: Usai Makan Permen, Bocah 4 Tahun di Selatpanjang Meracau Seperti Mabuk!

Baca: Penampilan Glamor Syahrini dan Hotman di Sidang Kasus First Travel jadi Sorotan

 "Jika menggunakan rem tangan, sopir akan merasa nyaman, dan potensi terjadinya kecelakaan ketika di lampu merah juga cukup tinggi. Misalnya, ditabrak dari belakang dan lain sebagainya," kata Sonny belum lama ini.

Alangkah baiknya, lanjut Sony sang sopir cukup menginjak pedal rem saja.

Otomatis lampu rem bagian belakang juga menyala, dan bisa memberikan tanda kepada mobil yang ada di belakang.

Selain itu, sopir juga akan tetap terjaga kewaspadaannya terhadap kondisi di sekitar.

"Kalau sopir itu merasa nyaman, yang ada main ponsel, bahwa kalau wanita ada juga yang make up, dan lain sebagainya. Itu sangat berbahaya juga meskipun dalam kondisi mobil berhenti," ujar Sony.

Jadi, kata Sony sebaiknya para pengemudi selalu menginjak pedal rem saja, ketimbang menggunakan rem tangan.

"Tujuan utamanya hanya satu, yaitu soal keamanan saja," ucap dia.

Editor: David Tobing
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help