Pelalawan

Tak Hanya Satu Ekor, Ini Penjelasan BKSDA Riau Terkait Harimau Serang Sapi di Teluk Meranti

BKSDA memastikan tapak kaki itu milik Si Belang yang mendiami Hutan Suaka Margasatwa (HSM) Kerumutan.

Tak Hanya Satu Ekor, Ini Penjelasan BKSDA Riau Terkait Harimau Serang Sapi di Teluk Meranti
Tribunpelalawan.com/Johanes
Jejak kaki harimau yang ditemukan di belakang rumah warga Teluk Meranti Kabupaten Pelalawan. Diduga menyerang anak sapi warga pekan lalu 

Laporan Wartawan Tribunpelalawan.com, Johannes Wowor Tanjung

TRIBUNPELALAWAN.COM, TELUK MERANTI - Terkait harimau yang menyerang anak sapi milik warga di Kecamatan Teluk Meranti Kabupaten Pelalawan, Senin (9/4/2018) pekan lalu, Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau telah turun ke lokasi kejadian.

Menurut Kepala BBKSDA Riau, Haryono, saat dikonfirmasi tribunpelalawan.com, tim BKSDA terjun ke Teluk Meranti satu hari setelah kejadian, usai mendapat laporan.

Tim yang siaga di kantor BKSDA Teluk Meranti dibantu dengan personil lain serta kepolisian dan masyarakat menelusuri serangan Harimau Sumatera di Teluk Meranti.

Baca: Kesaksian Warga, Ngeri. . Ia Melihat Harimau Sudah Mencengkram, Ini yang Terjadi Selanjutnya

Awalnya, saksi-saksi dan warga setempat tidak berani menyatakan jika serangan itu dilakukan harimau, hanya menyebutkan binatang buas.

Namun setelah dipelajari dari jejak kaki yang ditemui di belakang rumah Nurani, BKSDA memastikan tapak kaki itu milik Si Belang yang mendiami Hutan Suaka Margasatwa (HSM) Kerumutan.

"Kita temukan jejak kaki satu harimau dewasa dan satu tapak kaki harimau kecil atau anakan. Jadi ada dua ekor yang diduga menyerang sapi itu," terang Haryono kepada Tribunpelalawan.com, melalui sambungan selulernya, Minggu (15/4/2018).

Dikatakannya, kedua harimau itu berasal dari HSM Kerumutan yang keluar dari habitatnya dan kembali masuk.

Hal itu sudah biasa terjadi menurut warga yang sering melihat jejak Si Datuk di sekitar hutan.

Baca: Ngeri! Ibu Ini Dibiarkan Suami dan Anaknya Digerogoti Belatung, Bahkan Tubuhnya Sudah Membusuk!

Disamping itu, lokasi kejadian merupakan perlintasan harimau yang berjarak 5 kilometer dari hutan lindung itu.

Setelah dipelajari, sebagan daerah Teluk Meranti masuk dalam daerah jelajah binatang buas yang nyaris punah itu.

"Kita langsung melakukan sosialisasi bersama polsek setempat kepada warga. Agar lebih waspada jika mendekati hutan," tandasnya. (*)

Penulis: johanes
Editor: harismanto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved