Pelalawan

Terdakwa Ini Akui Sempat Lobi Polisi Saat Ditangkap di Pelalawan

Sidang lanjutan penyeludupan 70 ekor trenggiling kembali di gelar di Pengadilan Negeri (PN) Pelalawan, Selasa (15/5/2018)

Terdakwa Ini Akui Sempat Lobi Polisi Saat Ditangkap di Pelalawan
johanes
Sidang lanjutan penyeludupan 70 ekor trenggiling di Pengadilan Negeri (PN) Pelalawan, Selasa (15/5/2018), dengan terdakwa oknum anggota polisi Polres Indragiri Hilir Muhammaa Ali Honopiah. 

Laporan Wartawan Tribunpelalawan.com: Johannes Wowor Tanjung

TRIBUNPELALAWAN.COM, PANGKALAN KERINCI- Sidang lanjutan penyeludupan 70 ekor trenggiling kembali di gelar di Pengadilan Negeri (PN) Pelalawan, Selasa (15/5/2018).

Dalam perkara ini terdakwa merupakan oknum anggota Polres Indragiri hulu, Bripka Muhammad Ali Honopiah.

Sidang dipimpin oleh Ketua PN Pelalawann Nelson Angkat SH MH sebagai hakim ketua yang didampingi Ria Ayu Rosalin SH MH dan Andry Eswin Sugandi Oetara SH MH.

Baca: Jelang Ramadan Satpol PP Bengkalis Laksanakan Operasi Pekat dan Sosialisasi

Sedangkan Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Pelalawan yakni Himawan Saputra SH.

Agenda sidang kali ini yakni pemeriksaan saksi penangkap dari personil Subdit I Ditreskrisus Polda Riau, Asep Uryaputra SH.

Dalam keterangannya, saksi penangkap menerangkan proses penangkapan terhadap saksi Ali Muhammad dan Juprizal di jembatan Pangkalan Kerinci Oktober 2017 lalu.

Keduanya mengendarai mobil jenis Xenia berwarna putih membawa 70 ekor trenggiling yang kemas dalam lima kotak.

Kedua saksi tidak bisa menunjukan dokumen terkait izin membawa hewan yang dilindungi itu. Alhasil tim Opsnal mengamankan dan membawa kedua pelaku bersama barang bukti.

Baca: Pemko Pekanbaru Kembali Gelar Even Potang Balimau, Ini Rangkaian Acaranya

Kedua pelaku menghungi terdakwa Muhammad Ali Honopiah yang sedang bertugas di Satuan Shabara Polres Indragiri Hilir pada saat itu.

Halaman
12
Penulis: johanes
Editor: Budi Rahmat
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help