Padang

Dishub Sumbar Larang Mobil Barang Beroperasi Mulai H-3 Lebaran

"Pembatasan itu dilakukan mulai dari H-3 sampai H+4 Lebaran 2018, atau tethitung dari 12 Juni pukul 00.00 WIB hingga 20 Juni

Dishub Sumbar Larang Mobil Barang Beroperasi Mulai H-3 Lebaran
Tribun Pekanbaru/ Syaiful Misgio
Ilustrasi 

TRIBUNPADANG.com, PADANG - Untuk menjamin keamanan, keselamatan, ketertiban dan kelancaran lalu lintas pada masa angkutan lebaran, Dinas Perhubungan Provinsi Sumbar melakukan pembatasan operasional untuk mobil angkutan barang

"Pembatasan itu dilakukan mulai dari H-3 sampai H+4 Lebaran 2018, atau tethitung dari 12 Juni pukul 00.00 WIB hingga 20 Juni pukul 24.00 WIB," kata Kepala Dinas Perhubungan Sumbar, Amran kepada tribunpadang.com, Sabtu (9/6/2018).

Mobil barang yang dimaksud, jelas Amran, yaitu mobil barang dengan Jumlah Berat yang Diizinkan (JBI) lebih dari 7000 kg yang mengangkut bahan galian, bahan tambang, minyak sawit, dan bahan bangunan yang meliputi besi, semen, dan kayu.

Baca: Liburan, tapi Anak Sibuk dengan Gadget? Ini 4 Tips Sederhana agar Anak Tidak Kecanduan Internet

Baca: VIDEO: Suasana Arus Mudik H-6 Lebaran 2018 di Bandara SSK II Pekanbaru

Pembatasan operasional mobil angkutan barang ini, kata Amran, sudah diumumkan melalui surat edaran No 551.2/654/DISHUB-SB/2018 tentang Pembatasan Operasional Mobil Barang Pada Masa Angkutan Lebaran 1439 H Dalam Wilayah Provinsi Sumbar.

"Saat ini, kami di Provinsi bersama Dinas Perhubungan kabupaten dan kota, tengah menyosialisasikan pembatan operasional mobil barang tersebut, dan kami berharap pengemudi angkutan barang dapat memahaminya," ujar Amran.

Kemudian ketika ditanya apakah akan ada sanksi bagi mobil angkutan barang dengan JBI di atas 7000 Kg yang nekat beroperasi, Amran mengatakan bahwa petugas Dinas Perhubungan bersama pihak kepolisian lalu lintas, melakukan pengawasan bersama.

"Kalau ada kendaraan angkutan barang dengan JBI di atas 7000 kg yang masih beroperasi, akan ditindak sesuai aturan yang berlaku. Sanksinya macam-macam. Di antaranya tilang serta menahan buku KIR kendaraan tersebut," pungkas Amran.(*)

Editor: David Tobing
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help