Padang

Tingkatkan Partisipasi Pemilih, Pjs Walikota Padang Keluarkan Surat Edaran, 27 Juni Libur

Pjs Walikota Padang menerbitkan Surat Edaran tentang Hari Libur Pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Padang tahun 2018.

Tingkatkan Partisipasi Pemilih, Pjs Walikota Padang Keluarkan Surat Edaran, 27 Juni Libur
Istimewa

Laporan Kontributor TribunPadang.com, Riki Suardi

TRIBUNPADANG.COM, PADANG - Untuk meningkatkan partisipasi pemilih pada Pilkada Kota Padang 2018, Pjs Walikota Padang menerbitkan Surat Edaran No: 200/29.453/Kesbangpol-PDG/2018 tentang Hari Libur Pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Padang tahun 2018.

"Surat Edaran (SE) ini telah dikeluarkan 21 Juni kemarin dan telah diedarkan ke seluruh instansi. Baik pemerintah maupun swasta," kata Alwis kepada tribunpadang.com, Jumat (22/6/2018) siang.

Dengan adanya SE ini, pamong senior di lingkungan Pemerinrahan Provinsi Sumatera Barat itu berharap agar partisipasi pemilih pada Pilkada yang akan digelar 27 Juni mendatang di Kota Padang dapat meningkat.

"Semua pegawai pemerintah, karyawan BUMN, BUMD dan swasta, termasuk seluruh instansi pendidikan negeri dan swasta, diliburkan pada 27 Juni mendatang. Saya harap, dengan adanya SE ini, artisipasi pemilih meningkat," ujarnya.

Alwis juga menyebut bahwa SE ini dikeluarkan juga menindaklanjuti pasal 84 ayat (3) UU No 1 tahun 2015 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Penganti UU No 1 tahun 2014 tentang Pemilihan Gubernur, Bupati dan Walikota.

"Regulasi lainnya, juga mengacu kepada pasal 3 ayat (2) peraturan Komisi Pemilihan Umum No 8 tahun 2018 tentang Pemungutan dan Perhitungan Suara Pemilihan Gubernur, Bupati dan Walikota," imbuhnya.

Ia pun menargetkan pada pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Padang tahun ini, jumlah partisipasi pemilih 75 persen.

Angka itu, tambahnya, sesuai dengan target nasional. Bahkan, jumlahnya di atas target KPU Kota Padang, yaitu 70 persen.

Kemudian ketika ditanya jika ada perusahaan yang tetap memerintahkan karyawannya untuk masuk kerja pada 27 Juni mendatang, Alwis pun berharap agar pihak perusahaan dapat mengatur waktu karyawan yang akan menyalurkan hak suaranya.

"Jika ada yang harus masuk kerja pada 27 Juni mendatang, saya harap untuk mengatur jam kerjanya, sehingga hak pilih mereka dapat tersalurkan, dan target 75 persen dapat tercapai," pungkas Alwis.(*)

Editor: Sesri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved