Kampar

Peserta Didik Tak Tertampung dengan Zonasi, Ini Solusi dari Disdikpora Kampar

Disdik Kampar akui ada beberapa siswa yang tidak lulus PPDB meski sekolah dekat rumah. Ini menjadi perhatian untuk diberikan solusi

Peserta Didik Tak Tertampung dengan Zonasi, Ini Solusi dari Disdikpora Kampar
Tribun Pekanbaru/Doddy Vladimir
Ratusan wali murid melakukan aksi memprotes sistem penerimaan peserta didik baru (PPDB) di SMP N 21 Pekanbaru di Jalan Soekarno Hatta, Kelurahan Sidomulyo Timur, Kecamatan Marpoyan Damai, Kamis (5/7/2018) 

Laporan wartawan Tribunpekanbaru.com, Nando

TRIBUNPEKANBARU.COM, BANGKINANG- Pendaftaran siswa baru sudah berakhir. Sekolah sudah mulai mengumumkan calon peserta didik yang lolos pada Sabtu, 7 Juli 2018. Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga Kampar tidak menampik kemungkinan persoalan yang akan timbul.

Persoalan itu disebabkan sistem zonasi seperti terjadi di daerah lain.

Kepala Bidang Pendidikan Dasar pada Disdikpora Kampar, Nandang Priatna tidak menampik kemungkinan calon peserta didik tidak lolos di sekolah sesuai dengan zonasi yang ditentukan.

Baca: Calon Jemaah Haji Asal Pekanbaru Akan Diterbangkan ke Batam 18 Juli 2018

Calon peserta didik yang tidak lolos lebih halus disebut tak tertampung di sekolah bersangkutan.

"Sampai sekarang memang belum ada laporan. Saya mau lihat perkembangannya dulu mulai Senin (9/7/2018) besok," ujar Nandang, Minggu (8/7/2018).

Menurut Nandang, calon peserta didik yang tidak tertampung bukan saja karena disebabkan kuota berlebih.

Ia mengungkapkan, penyebabnya bisa saja karena siswa yang bersangkutan mendaftar di sekolah tidak sesuai dengan zonasi.

"Misalnya mendaftar di sekolah B. Sementara zonasinya di sekolah A. Ini yang nanti kita carikan solusinya, walau kesalahan pada siswa itu," ujar Nandang.

Baca: Warga Desa Sungai Tohor Pertanyakan Kelanjutan Proyek Instalasi Pengelolaan Air

Ia menjelaskan, jika hanya ada satu orang saja yang tidak tertampung, pihaknya bisa memindahkan ke sekolah di zona lain. Jika ada 10 orang bahkan lebih, maka Disdikpora perlu berembuk dengan pihak sekolah untuk membuka kelas baru.

"Kita akan diskusi dengan sekolah. Persoalannya kalau kelas ditambah, kelasnya mana? Jam mengajar guru akan nambah," ujar Nandang. Meski begitu, ia menyarankan orang tua atau wali murid yang tak tertampung melapor ke Disdikpora.

Baca: KSOP Dumai: Kapal Roro Jangan Berangkat jika Lebihi Kapasitas

"Dinas Pendidikan akan mengeluarkan rekomendasi pindah rayon (zonasi)," kata Nandang. Pindah zonasi tentunya ke sekolah kuotanya belum penuh.

Nandang menjelaskan, proses perpindahan zonasi bisa diproses mulai Senin sampai Sabtu (9-16 Juli). Ia menyebutkan, jadwal Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) untuk tingkat SD dan SMP di Kampar yakni, pendaftaran mulai 3 sampai 7 Juli.

Baca: 44 Atlet Dayung Riau Berangkat ke Palembang Ikuti Kejurnas Dragon Boat 2018

Kemudian sekolah mengumumkan siswa yang lolos, 7 Juli. Siswa yang dinyatakan lolos melakukan pendaftaran ulang sampai 9 Juli. Nandang mengatakan, selanjutnya masa orientasi siswa baru sampai 14 Juli. Siswa baru efektif balajar pada Senin (16/7/2018).

"Prosesnya (perpindahan rayon) harus selesai dalam minggu ini (batas sampai Sabtu, 14 Juli). Harus. Karna tanggal 16 sudah efektif belajar," tandas Nandang. (*)

Penulis: nando
Editor: Budi Rahmat
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help