Pilpres 2019

Presiden PKS: Wajar Jika Ormas Islam Tak Lagi Dukung Tuan Guru Bajang

Sejumlah ormas Islam seperti GNPF (Gerakan Nasional Pengawal Fatwa) Ulama menyatakan mengeliminasi TGB dari daftar tokoh yang layak didukung

Presiden PKS: Wajar Jika Ormas Islam Tak Lagi Dukung Tuan Guru Bajang
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Presiden PKS Sohibul Iman. 

TRIBUNPEKANBARU.COM, JAKARTA - Presiden PKS (Partai Keadilan Sejahtera) Muhammad Sohibul Iman memandang wajar bila akhirnya Muhammad Zainul Majdi atau Tuan Guru Bajang (TGB) kehilangan dukungan dari organisasi massa (ormas) Islam karena menyatakan dukungan kepada Joko Widodo.

Sejumlah ormas Islam seperti GNPF (Gerakan Nasional Pengawal Fatwa) Ulama menyatakan mengeliminasi TGB dari daftar tokoh yang layak didukung di Pilpres 2019.

 
“Saya kira wajar kalau seseorang tiba-tiba tidak didukung lagi karena tidak sejalan dengan kebijakan organisasi, itu mekanisme yang umum,” ungkap Sohibul Iman di Kantor DPP PKS, Jakarta Selatan, Senin (9/7/2018).

Baca: Habib Rizieq Dorong GNPF MUI dan Persaudaraan Alumni 212 Dukung Gerindra, PKS, PAN, dan PBB

Sohibul mengatakan pada dasarnya semua pihak, termasuk organisasi yang awalnya mendukung dirinya, menghormati apa yang menjadi pilihan Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) itu.

Ia meminta agar persoalan itu tidak dibesar-besarkan oleh publik karena hanya soal pilihan.

Baca: VIDEO: TGB Ungkap Hubungannya dengan Prabowo Usainya Nyatakan Dukungan pada Jokowi

Baca: Nyatakan Dukung Jokowi, TGB Biacara Soal Nasibnya di Partai Demokrat

Baca: GNPF Ulama Tentang TGB: Kalau Tak Sejalan dengan Kami Tentu Kami Eliminasi dari Kandidat Capres

“Justru lucu kalau dia tetap didukung tapi berbeda pandangan dengan organisasi, oleh karena itu GNPF Ulama memutuskan tak mendukung dia sebagai bentuk penghormatan kepada pilihannya,” tegas Sohibul Iman.

"Saya kira itu perkara ringan dalam bernegara. Tak perlu dibesar-besarkan. Kita jalani saja tanggung jawab masing-masing,” ungkapnya.

Editor: Muhammad Ridho
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved