Tewas Dipatuk Ular, Jenazah Rizky Sudah 4 Hari Tak Dimakamkan dan Selalu Dilihat Warga

Mereka datang untuk melihat secara langsung kondisi Rizky Ahmad terkini, setelah empat hari ditempatkan di halaman depan rumahnya

Tewas Dipatuk Ular, Jenazah Rizky Sudah 4 Hari Tak Dimakamkan dan Selalu Dilihat Warga
Rumah Rizky Ahmad 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PALANGKARAYA - Rumah Rizky Ahmad (19) pemilik Ular King Cobra yang juga menjadi korban digigit ularnya sendiri di Jalan Danau Rangas, Palangkaraya, hingga, Rabu (11/7/2018) masih ramai dijunjungi oleh warga.

Mereka datang untuk melihat secara langsung kondisi Rizky Ahmad terkini, setelah empat hari ditempatkan di halaman depan rumahnya, yang hanya dinaungi tenda.

Pihak keluarga pun siang tadi membuka kelambu dan kain penutup tenda tempat Rizky dan mempersilakan warga untuk menyaksikan secara langsung dan memegang badan Rizky yang terbaring.

Baca: Kapolres Pangkep Menangis Dicopot Jabatannya, Usai Dituduh Selingkuh dengan Polwan

Warga mengatakan, kondisi di dalam tenda tidak ada tercium bau, tubuh Rizky pun saat dipegang juga masih lemas, sehingga keluarganya pun tetap beranggapan, Rizky Ahmad masih hidup dan hanya mengalami mati suri.

Sementara itu, pengakuan Ketua LSR, Agatisanyah, yang menyiarkan secara langsung atau Live di medsos, menerangkan, kondisi Rizky terkini tidak ada bau apapun di sekitar tempat Rizky tidur, sehingga pihak keluarga tetap melakukan ritual malam ini.

Gatis panggilan akrab Ketua LSR organisasi Suwardi Duyen, Ayah Rizky bergabung, mengatakan, orang tua Rizky memang tergolong keluarga biasa saja, ibu Rizky hanya pengumpul bahan-bahan plastik sedangkan ayah Rizky membantu didapur untuk cuci piring markas LSR.

Baca: Usai Terjebak 14 Hari di Goa, Begini Kondisi Tim Sepak Bola Asal Thailand Ini

Baca: Berikut Hasil Undian Bola Voli Asian Games 2018, Indonesia Grup Mana?

Bahkan kondisi, rumah Rizky di Mendawai sangat perlu dibantu, karena mereka tergolong tak mampu, demikian juga dengan Rizky, dengan Ular King Cobra yang dipeliharanya, selama ini melakukan semacam akrobat di CFD untuk mendapatkan uang dan menafkahi keluarga.

"Pesan terakhir Rizky agar ularnya jangan dibunuh, karena selama ini banyak membantunya untuk mencari nafkah dalam membantu keluarganya. Jadi pertunjukkan ular di bundaran itu untuk mencari nafkah keluarganya," ujar Gatis.

Ular Cobra yang mematok Rizky hingga koma dan dinyatakan pihak RS Doris Sylvanus Palangkaraya meninggal dunia, ditempatkan di wadah khusus semacam aquarium yang diletakkan rak jauh dari kelambu tempat Rizky tidur.

Sehingga orang yang berdatangan bisa langsung melihat kondisi ular dan Rizky yang ditempatkan dalam kelambu."Saya masuk memang tidak ada bau, saya sentuh kulitnya juga masih lemas. (banjarmasinpost.co.id/faturahman)

Editor: Muhammad Ridho
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved