Pilpres 2019

Nyaman Sebagai Pengacara, Hotman Paris Tak Tertarik Jadi Jubir di Pilpres 2019

Sedangkan juru bicara tim pemenangan kubu Prabowo Subianto - Sandiaga Salahuddin Uno lebih ramping dari kubu Jokowi-Ma'aruf Amin.

Nyaman Sebagai Pengacara, Hotman Paris Tak Tertarik Jadi Jubir di Pilpres 2019
Capture Instagram
hotman paris 


TRIBUNPEKANBARU.COM, JAKARTA - Setelah pasangan bakal capres-cawapres melewati beberapa tahap pendaftaran di Komisi Pemilihan Umum Republik Indonesia (KPU RI), kedua kubu yang akan berlaga pada Pilpres tahun depan disibukkan dengan pembentukan tim pemenangan pasangan calon.

Kubu Joko Widodo - Ma'ruf Amin bahkan telah menggelar acara pembekalan dan pelatihan bagi 108 dari 225 juru bicara tim pemenangannya pada Senin (13/8/2018).

Baca: Siap-siap! Xiaomi Pocophone F1 Rilis Tanggal 22 Agustus, Ini Negara Pertama yang Mencicipi

Sedangkan juru bicara tim pemenangan kubu Prabowo Subianto - Sandiaga Salahuddin Uno lebih ramping dari kubu Jokowi-Ma'aruf Amin.

Menurut Ketua Dewan Pengurus Pusat (DPP) Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Mardani Ali Sera, pihaknya hanya menyiapkan 10 orang juru bicara saja.

Para juru bicara tim pemenangan tersebut berasal dari berbagai elemen.

Pengacara kontroversial, Farhat Abbas menjadi salah satu nama yang dipersiapkan untuk menjadi juru bicara tim pemenangan Joko Widodo - Ma'ruf Amin.

Farhat Abbas pernah terlibat perseteruan sengit dengan pengacara kondang, Hotman Paris Hutapea yang merupakan sahabat Sandiaga Salahuddin Uno.

Ketika dikonfirmasi mengenai kesediaan Hotman Paris Hutapea untuk menjadi juru bicara atau tim pemenangan Prabowo Subianto - Sandiaga Salahuddin Uno yang akan berdebat meladeni Farhat Abbas, Hotman Paris Hutapea dengan tegas menolaknya.

Walaupun Hotman Paris Hutapea telah mengenal Sandiaga Salahuddin Uno sejak masa krisis moneter, hal itu tidak lantas membuatnya tertarik terjun ke dunia politik.

Baca: Oppo R17 Resmi Dirilis, Harganya Dibanderol Rp 213 Juta? Berikut Spesifikasinya

Hotman Paris Hutapea mengaku tidak akan menerima tawaran politik apapun karena dirinya sudah sangat nyaman dengan kesuksesan profesi dan hidupnya saat ini sebagai pengacara.

"Nggak, dari dulu saya sudah ditawarkan berbagai partai, Prabowo klien gua, Harry Tanoe klien gua, Airlangga Hartarto klien gua, tapi gua gak mau duduk jadi DPR atau apa. Saya lebih merdeka hidup seperti sekarang. Toh gua udah jadi pengacara tersukses ngapain gua masuk politik. Biasanya pengacara kurang sukses atau pas-pasan banyak yang terjun ke politik, kalau gua kan udah kelewat sukses, jadi gak ada niat."

Demikian kata Hotman Paris Hutapea kepada Warta Kota, Selasa (14/8/2018).

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Hotman Paris Tak Tertarik Jadi Jubir Salah Satu Kubu di Pilpres 2019, http://www.tribunnews.com/pilpres-2019/2018/08/14/hotman-paris-bakal-tolak-jika-ditawari-jadi-jubir-salah-satu-kubu-di-pilpres.

Editor: Imanuel Nicolas Manafe

Editor: M Iqbal
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help