Padang

Mahasiswa UNP Padang yang Tewas Ditabrak Kereta Api Ternyata Lagi Menunggu Ojek Online

Jelita Kurniawati, korban kecelakaan yang tewas di tabrak kereta api di Jalan Dr Hamka, , Kota Padang, pada Jumat pagi

Mahasiswa UNP Padang yang Tewas Ditabrak Kereta Api Ternyata Lagi Menunggu Ojek Online
TribunPadang/Riki Suardi
Seorang mahasiswa UNP meninggal di tempat usai ditabrak kereta api di perlintasan kereta api, Jalan Hamka, Depan SD Angkasa, Jumat (5/10/2018) pagi sekitar pukul 09.15 WIB. 

Laporan kontributor tribunpadang.com Riki Suardi dari Padang

TRIBUNPADANG.COM, PADANG - Jelita Kurniawati, korban kecelakaan yang tewas di tabrak kereta api di Jalan Dr Hamka, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang, pada Jumat (5/10/2018) pagi, ternyata merupakan calon guru yang saat ini masih duduk di Semester III, Jurusan Pendidikan Ekonomi, Universitas Negeri Padang.

Teman-teman kuliah korban, termasuk dosen tempat korban kuliah, mengaku kaget mendapat kabar bahwa mahasiswi berusia 20 tahun itu, tewas menggenaskan ditabrak kereta api. Bahkan kepergian korban, meninggalkan duka yang mendalam bagi teman-temannya.

"Kami kaget begitu mendengar korban meninggal ditabrak kereta api tadi pagi. Korban orang baik dan sangat menyenangkan. Kami semua turut berduka," kata Lia, salah seorang teman kuliah korban kepada tribunpadang.com, Jumat (5/10/2018) malam.

Baca: VIDEO: Detik-detik Mahasiswi UNP Tewas Terlindas Kereta Api Saat Berupaya Hindari Orang Gila

Selain Lia, hal yang sama juga disampaikan salah seorang dosen Fakultas Ekonomi UNP bernama Yulhendri. Kata dia, korban merupakan mahasiswi semester III jurusan Pendidikan Ekonomi. Meski dirinya tak mengenal korban begitu dekat, namun dia mengaku kaget mendengar kabar buruk tersebut.

"Saya dapat kabar  itu dari salah seorang dosen. Kami, seluruh civitas akdemika UNP, khususnya Fakultas Ekonomi, turut berduka. Semoga korban diberikan tempat terbaik disiNya, dan keluarga yang ditinggalkan korban diberi kesabaran, ikhlas dan tabah," kata Yulhendri saat dihubungi via handphone.

Sementara itu, salah seorang saksi kejadian bernama Monalisa (34) mengatakan bahwa korban, merupakan warga yang tinggal di Komplek TNI AU Lanud Sutan Sjahril, RT001/RW009 Kelurahan Parupuk Tabing, Koto Tangah.

"Tinggalnya tak jauh dari rumah saya. Kelau pergi kuliah, korban selalu nugguin angkot atau Gojek di depan SD Angkasa yang tak jauh dari lokasi kejadian," kata warga Kompleks Garuda II AURI itu.

Diberitakan sebelumnya, seorang mahasiswi Universitas Negeri Padang (UNP) bernama Jelita Kurniawati ditabrak kereta api di perlintasan kereta api, Jalan Hamka, depan SD Angkasa, Jumat (5/10/2018) pagi sekitar pukul 09.15 WIB.

Baca: Kronologi Mahasiswi UNP Padang Tewas Ditabrak Kereta Api Saat Hindari Orang Gila

Akibat kejadian itu, korban langsung meninggal di tempat, karena mengalami luka menggenaskan. Bahkan, kaki kanan korban pun putus dan tangannya patah. meninggal ditabrak kereta api.

Kapolsek Koto Tangan, Kompol Joni Darmawan SH menyebut bahwa pengakuan beberapa saksi kejadian itu berawal saat korban sedang menghubungi ojek online untuk pergi ke kampusnya di kawasan Air Tawar, Kecamatan Padang Utara.

Korban kemudian berdiri di tepi rel kereta api sambil menunggu ojek online datang. Saat sedang berdiri di dekat rel, tiba-tiba datang orang gila. Korban pun mundur untuk menjauh dari orang gila tersebut ke bantalan rel.

Tanpa disadari, tiba-tiba datang kereta api dari Stasiun Simpang Haru, Padang menuju Pariaman. Korban kemudian langsung ditabrak kereta api hingga korban meninggal di tempat kejadian dalam kondisi mengenaskan.

"Akibat kejadian itu, arus lalu lintas di tempat kecelakaan langsung macet hingga radius lebih kurang 700 meter, karena sebagian warga dan pemngendara yang lewat, langsung menghentikan kendaraannya untuk melihat kondisi korban," ujarnya.(*)

Baca: Hindari Orang Gila, Mahasiswi UNP Tewas Ditabrak Kereta Api di Padang

Editor: M Iqbal
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help