Banjir Bandang Lintau Buo

Pria Ini Ditemukan Penuh Lumpur Usai Diseret Banjir Bandang di Tanah Datar, 3 Korban Masih Dicari

Satu korban atas nama Anif (3), telah ditemukan pada Jumat pagi tadi sekitar 07.45 WIB tidak jauh dari rumahnya dalam kondisi meninggal dunia.

Pria Ini Ditemukan Penuh Lumpur Usai Diseret Banjir Bandang di Tanah Datar, 3 Korban Masih Dicari
Pusdalops BPBD Tanah Datar
Banjir di bandang di Nagari Tanjuang Bonai, Kecamatan Lintau Buo Utara akibat hujan lebat Kamis (11/10/2018) 

Laporan kontributor tribunpadang.com Riki Suardi dari Padang

TRIBUNPADANG.COM, PADANG - Hujan lebat yang mengguyur Kabupaten Tanah Datar, Provinsi Sumatera Barat, sejak Kamis (11/10/2018) siang hingga malam, menyebabkan terjadinya bencana banjir bandang di Nagari Tanjuang Bonai, Kecamatan Lintau Buo Utara.

Akun Facebook Pusdalops BPBD Tanah Datar menulis bahwa banjir bandang yang terjadi Kamis sekitar pukul 18.30 WIB itu, menyebabkan empat warga yang tinggal di Jorong Piubuah, Nagari Tanjuang Bonai, hanyut setelah rumah yang mereka tempati dihantam air bah yang begitu deras.

Baca: Video dan Foto-foto Kondisi Terkini Banjir Bandang di Lintau Buo Sumbar

Saat ini, tiga dari empat orang korban yang hanyut bernama Rani (35), Afif (11), dan Buyung (50) itu masih dalam proses pencarian oleh BPBD Taanah Datar.

Sedangkan satu korban atas nama Anif (3), telah ditemukan pada Jumat pagi tadi sekitar 07.45 WIB tidak jauh dari rumahnya dalam kondisi meninggal dunia.

Sebelumnya, satu orang korban bernama Haji Kiri juga berhasil selamat setelah sempat terseret arus sejauh 300 meter dari rumahnya saat diselamatkan, kondisi tubuhnya penuh lumpur.

Baca: Banjir Bandang Hantam Lintau Buo Sumbar, Ada Korban yang Belum Ditemukan

Saat ini, Haji Kiri sudah berada di rumah sakit daerah setempat guna menjalani perawatan intensif.

Selain menulis korban terdampak, akun Facebook Pusdalops BPBD Tanah Datar juga menulis kronologi banjir bandang yang menghantam Nagari Tanjung Bonai tersebut.

Dari keterangan yang disampaikan, banjir bandang itu disebabkan tingginya intensitas hujan sejak Kamis siang.

Kemudian menjelang Magrib, Batang Air Lakuak Batu menguap dan menyebabkan trjadinya banjir bandang yang mnghantam enam unit rumah warga dan satu huller yang menyebapkan enam unit rumah yang ditempati lima kepala keluarga (KK) rusak berat.(*)

Editor: Ariestia
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help