Pulang Kampung Setelah 2 Tahun Buron, Wahyu : Saya Kira Polisi Sudah Lupa Kasus Itu

Pulang Kampung Setelah 2 Tahun Buron, Wahyu : Saya Kira Polisi Sudah Lupa Kasus Itu

Pulang Kampung Setelah 2 Tahun Buron, Wahyu : Saya Kira Polisi Sudah Lupa Kasus Itu
net/google
ilustrasi 

Pulang Kampung Setelah 2 Tahun Buron, Wahyu : Saya Kira Polisi Sudah Lupa Kasus Itu

TRIBUNPEKANBARU.COM - Pelarian Wahyu (23) selama dua tahun berakhir. 

Sempat menghilang, Wahyu justru ditangkap polisi saat pulang kampung.

Wahyu mengira waktu 2 tahun sudah cukup membuat polisi melupakan kasusnya.

Ternyata anggapan itu salah. 

Wahyu akhirnya jatuh juga ke tangan polisi setelah 2 tahun pelarian.

Baca: Kronologi Ayah Jual Anak Kandung Usia 7 Bulan hanya Demi Uang Rp 10 Juta

Baca: Bocah 10 Tahun Korban Banjir Bandang di Lintau Buo Sumbar Ditemukan, Begini Proses Evakuasinya

Baca: Kisah 3 Prajurit Kopassus Taklukkan Gunung Everest, Teriak Allahu Akbar, Komando! Saat di Puncak

Wahyu diburu karena aksi penganiayaan hingga berujung kematian dan perampasan terhadap Edo yang disebut-sebut sebagai selingkuhan kekasihnya.

Dia tak menyangka ternyata polisi masih memburunya.

Wahyu (23) pelaku begal yang menewaskan korbannya ketika berada di Polda Sumsel, Rabu (11/10/2018). Motif pembegalan tersebut dilatar belakangi kecemburuan Wahyu terhadap korban Edo karena berselingkuh dengan pacarnya.(KOMPAS.com/ Aji YK Putra)
Wahyu (23) pelaku begal yang menewaskan korbannya ketika berada di Polda Sumsel, Rabu (11/10/2018). Motif pembegalan tersebut dilatar belakangi kecemburuan Wahyu terhadap korban Edo karena berselingkuh dengan pacarnya.(KOMPAS.com/ Aji YK Putra) ()

Wahyu mengaku, selama ini dia bersembunyi di Lampung setelah menganiaya Edo hingga tewas di kawasan Jalan Yusuf Singadekane, Kecamatan Kertapati Palembang, pada Kamis 30 Juni 2016 bersama rekannya, OG.

Mereka lalu merampas motor korban.

Halaman
12
Editor: Afrizal
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved