Pekanbaru

Bapenda Riau Gelar Razia Penertiban Pajak di Bandar Serai, 975 Unit Kendaraan Terjaring

Razia penertiban pajak kendaraan bermotor di kawasan Bandar Seni Raja Ali Haji (Serai), Jalan Sudirman Pekanbaru, Selasa pagi.

Bapenda Riau Gelar Razia Penertiban Pajak di Bandar Serai, 975 Unit Kendaraan Terjaring
Tribun Pekanbaru/Theo Rizky
Razia Penertiban pajak digelar di kawasan Bandar Serai Jalan Sudirman, Pekanbaru, Selasa (16/10/2018). 

Laporan Wartawan Tribunpekanbaru.com, Theo Rizky

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Riau, bersama Dirlantas Polda Riau, Jasa Raharja, Dinas Perhubungan, Satpol PP Riau dan UPTPengelolaan Pendapatan Simpang Tiga menggelar razia penertiban pajak kendaraan bermotor di kawasan Bandar Seni Raja Ali Haji (Serai), Jalan Sudirman Pekanbaru, Selasa (16/10/2018) pagi.

Baca: Unggah Foto Al Ghazali dan Safeea, Ahmad Dhani: yang Pertama dari Maia, dan yang Pertama dari Mulan

Menurut Kepala Bapenda Provinsi Riau Indra Putrayana, kegiatan ini adalah kegiatan razia penertiban pajak yang ketiga selama tiga minggu terakhir di Kota Pekanbaru.

Rencananya kegiatan serupa akan dilakukan di seluruh Riau.

"Supaya masyarakat yang belum membayar pajaknya dan terjaring mereka mau secara sadar membayar pajak kendaraan bermotornya. Karena, disinyalir hampir 30 sampai 40 persen pemilik kendaraan di Riau ini yang belum membayar pajak kendaraan bermotornya, ini yang kita coba, dengan razia ini menyadarkan pemilik kendaraan, agar membayarkan pajaknya," ujar Indra.

Baca: 5 Fakta Model Cantik Rini Kritis Kecelakaan dengan Suami Orang, Mobil Honda CRV Masuk Jurang

Dari hasil pelaksanaan kegiatan operasi penertiban pajak kendaraan bermotor di wilayah kerja UPT Pengelolaan Pendapatan Simpang Tiga tersebut, terjaring sebanyak 975 unit kendaraan bermotor, dengan rincian :

1. 20 unit tidak membawa STNK
2. 43 unit belum melunasi pengesahan STNK tahunan (kendaraan BM).
3. 18 unit belum melunasi STNK lima tahunan (kendaraan BM)
4. 3 unit belum melunasi pengesahan STNK tahunan (kendaraan non BM).
5. 3 unit belum melunasi pengesahan STNK lima tahunan (kendaraan non BM).
6. 29 unit tidak membawa kelengkapan seluruh dokumen kendaraan dan pengemudi.
7. 9 unit pelanggaran tata cara pemuatan orang atau barang dengan angkutan umum
8. 20 unit dikenakan sanksi tilang.
9. 17 unit kendaraan melakukan pembayaran ditempat.
11. 815 unit kendaraan taat pajak.

Operasi gabungan penertiban pajak ini dimulai pada 4 Oktober 2018 lalu Dan akan digelar setiap minggunya hingga pertengahan Desember 2018 mendatang. (*)


 

Penulis: TheoRizky
Editor: Ariestia
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved