Padang

Operasi Zebra Telah Usai, 186 Unit Sepeda Motor Dikandangkan di Mapolresta Padang

Operasi Zebra, sebanyak 186 kendaraan roda dua tekah dikandangkan oleh Satlantas Polresta Padang.

Operasi Zebra Telah Usai, 186 Unit Sepeda Motor Dikandangkan di Mapolresta Padang
Istimewa
Petugas Satlantas Polresta Padang menghentikan satu unit mobil yang diduga melanggar aturan lalu lintas di Jalan Pemuda. 

Laporan kontributor Tribunpadang.com Riki Suardi dari Padang

TRIBUNPADANG.COM, PADANG - Operasi Zebra yang digelar sejak 30 Oktober hingga 12 November 2018, sebanyak 186 kendaraan roda dua tekah dikandangkan oleh Satlantas Polresta Padang.

Kasat Lantas Polresta Padang Kompol Asril Paretya mengatakan, seratusan sepeda motor itu diamankan karena saat terjaring razia, sepeda motor tersebut tidak lengkap. Seperti kaca spion dan nopol yang tidak ada.

"Selain itu, surat-surat kendaraan seperti STNK juga tidak ada. Bahkan, ada juga yang pajaknya sudah mati yang lebih dari satu tahun," kata Asril kepada tribunpadang.com, Senin (12/11/2018).

Baca: JADWAL Hong Kong Open 2018: Dimulai Hari Ini, Indonesia Kirim 7 Wakil

Selama dua pekan digelarnya Operasi Zebra, lanjut Asril, pihakny juga telah mengeluarkan surat tilang sebanyak 2.877 kepada pengendara yang melakukan pelanggaran selama operasi zebra.

Jumlah tersebut, kata mantan Kapolsek Kuranji itu, naik 20 persen. Namun begitu, angka tersebut masih di bawah target.

"Target kami 3000 tilang. Tapi yang terealisasi kurang dari itu," ujarnya.

Asril merinci tilang yang dikeluarkan anggotanya di lapangan selama Operasi Zebra 2018 berlangsung. Selain 186 unit sepeda motor, katanya, tilang lainnya terdiri SIM sebanyak 1.497, dan STNK 1.194.

Sedangkan pada Operasi Zebra tahun lalu, jumlah tilang yang diberikan kepada pengendara sebanyak 2.209 dengan rincian, tilang SIM sebanyak 1.06, STNK 936, dan kendaraan roda dua sebanyak 211 unit.

Baca: Jennie BLACKPINK Rilis Debut Solo: Jadi Trending di Youtube, Ini Video Beserta Liriknya

Kepada pengendara, Asril mengimbau agar tetap patuh pada aturan yang diamanatkan dalam Undang-Undang No 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, meskipun Operasi Zebra telah usai.

"Pengendara kami imbau untuk patuh kepada aturan lalu lintas. Jangan ngebut-ngebut dan membahayakan orang lain, termasuk diri sendiri. Ingat, keselamatan lebih penting dari pada kecepatan," pungkasnya.(*)

Editor: Ariestia
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved