Bono Surfing

Enam Peselancar Manca Negara dan Domestik Dipastikan Hadir pada Event Bono Surfing Pekan Depan

Disparbudpora Pelalawan akan menggelar event Bono Surfing pada Sabtu (24/11/2018) mendatang.

Enam Peselancar Manca Negara dan Domestik Dipastikan Hadir pada Event Bono Surfing Pekan Depan
Istimewa
Selebaran event Bono Surfing 

Laporan wartawan tribunpelalawan.com, Johannes Wowor Tanjung

TRIBUNPELALAWAN.COM, PANGKALAN KERINCI - Sepekan lagi Dinas Pariwisata Kebudayan Pemuda dan Olahraga (Disparbudpora) Pelalawan akan menggelar event Bono Surfing pada Sabtu (24/11/2018) mendatang.

Event pariwisata Ombak Bono sungai Kampar di Teluk Meranti Kabupaten Pelalawan ini masuk dalam kalender pariwisata nasional di Kementerian Pariwisata Republik Indonesia (Kemenpar RI).

Baca: HASIL Hong Kong Open 2018: Fajar/Rian Jadi Wakil Indonesia Pertama yang Tembus Semifinal

Pemerintah pusat ikut mendukung pelaksanakaan gelaran wisata baik dari segi pendanaan dalam bentuk fasilitas serta publikasi.

"Acara puncak tetap tanggal 24 November ini. Memang pembukaan dijadwalkan mulai 22 November," kata Kepala Disparbudpora Pelalawan, Andi Yuliandri, kepada tribunpelalawan.com, Jumat (16/11/2018).

Andi menjelaskan, sebenarnya puncak Ombak Bono jatuh pada tanggal 23 November sesuai perhitungan bulan Arab. Hanya saja tanggal itu tepat jatuh pada hari Jum'at dimana waktu sangat singkat. Sebab umat Muslim harus menunaikan ibadah shalat Jumat. Padahal Ombak Bono muncul mulai pukul 11.000 sampai jam 13.00 wib.

"Jadi kita pindah ke Hari Sabtu tanggal 24 November. Ombaknya hanya turun sedikit kok dari sehari sebelumnya," tambah Andi.

Baca: Defisit, KONI Riau Setuju Anggaran 2018 Dikurangi Rp 5 Miliar

Mantan Kepala BKD Pelalawan ini menyebutkan, sampai sekarang ada enam pesilancar profesional yang sudah mengkonfirmasi kehadirannya, baik surfer manca negara maupun domestik.

Diantaranya dua orang pesilancar dari Australia dan empat orang komunitas surfing dari Bali.

Keenam surfer itu akan menunjukan kepiawaiannya menaklukan ombak yang dinamai Tsunami Kecil itu.

"Mereka sudah pesan penginapan di Teluk Meranti. Jadi selebihnya pesilancar lokal dari Teluk Meranti akan bermain dengan kelas berbeda," tandasnya.

Disparbudpora, lanjut Andi, juga menggelar event menunggangi Ombak Bono yang dalam bahasa lokalnya disebut Bekudo Bono.

Beberapa sampan kayu akan ditunggangi dua orang pria berlomba mengikuti arus ombak pada titik yang dianggap aman untuk keselamatan penunggangnya.

Baca: 4 Fakta Gunung Guntur Lokasi Pelarian Pelaku Pembunuhan Satu Keluarga di Bekasi

Bekudo Bono merupakan kearifan lokal yang berkembangan ditengah masyarakat sejak jaman dulu secara turun temurun. Serta tetap dijaga dan dilestaikan oleh warga sekitar. (*)

Penulis: johanes
Editor: Ariestia
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved