Bono Surfing

Dimulai Pertunjukan Seni dan Budaya, Event Bono Surfing akan Dihadiri Deputi Kemenpar

Event Bono Surfing akan diselenggarakan dala pekan ini yakni tanggal 22 sampai 24 November yang dipusatkan di Sungai Kampar

Dimulai Pertunjukan Seni dan Budaya, Event Bono Surfing akan Dihadiri Deputi Kemenpar
Istimewa
Selebaran event Bono Surfing 

Laporan wartawan tribunpelalawan.com, Johannes Wowor Tanjung

TRIBUNPELALAWAN.COM, PANGKALAN KERINCI - Event Bono Surfing akan diselenggarakan dala pekan ini yakni tanggal 22 sampai 24 November yang dipusatkan di Sungai Kampar Kelurahan Teluk Meranti Kecamatan Teluk Meranti.

Event pariwisata ini digelar satu kali dalam setahun tepat pada puncak tertinggi Ombak Bono di Sungai Kampar Teluk Meranti. Para pesilancar manca negara maupun lokal akan menunjukan kepiawaiannya dalam menaklukan Ombak Bono yang tingginya lebih dari dua meter.

"Perwakilan dari Kementerian Pariwisata (Kemenpar) dipastikan. Kalau tidak salah deputi yang membidangi kalender pariwisata nusantara," ungkap Kepala Dinas Pariwisata Kebudayaan Pemuda dan Olahraga (Disparbudpora) Pelalawan, Andi Yuliandri, kepada tribunpelalawan.com, Selasa (20/11/2018).

Baca: BERITA CPNS 2018: Perankingan Kelulusan SKD CPNS 2018 Merugikan Peserta yang Lulus Passing Grade

Baca: Jadwal Piala AFF Suzuki Cup 2018: Timnas Indonesia Jalani Laga Hidup Mati Melawan Filipina

Andi Yuliandri menjelaskan, rangkaian kegiatan Bono Surfing sudah dimulai pada Kamis (22/11/2018) di Teluk Meranti. Kemudian malam pementasan seni dan budaya di selenggarakan di lapangan Ruang Publik Kreatif (RPK) Pangkalan Kerinci sekaligus hiburan menjelang acara puncak Bono Surfing.

Pada acara puncak ada enam pesilancar profesional yang sudah mengkonfirmasi kehadirannya, baik surfer manca negara maupun domestik.

Diantaranya dua orang pesilancar dari Australia dan empat orang komunitas surfing dari Bali. Keenam surfer itu akan menunjukan kehebatannya dalam menundukan ombak yang dinamai Tsunami Kecil itu.

Baca: Peringatan Haul Marhum, Mengenang Pendiri Kota Pekanbaru

sebenarnya puncak Ombak Bono jatuh pada tanggal 23 November sesuai perhitungan bulan Arab. Hanya saja tanggal itu tepat jatuh pada hari Jum'at dimana waktu sangat singkat. Sebab umat Muslim harus menunaikan ibadah shalat Jumat. Padahal Ombak Bono muncul mulai pukul 11.000 sampai jam 13.00 wib.

"Jadi kita pindah ke Hari Sabtu tanggal 24 November. Ombaknya hanya turun sedikit kok dari sehari sebelumnya," tambah Andi. (*)

Penulis: johanes
Editor: Ariestia
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved