Gunung Agung Meletus, Lontarkan Material Kerikil dan Abu, Ini Wilayah yang Alami Hujan Abu

Gunung Agung kembali mengalami erupsi sekitar pukul 19.55 WITA pada Kamis (10/1/2019).

Gunung Agung Meletus, Lontarkan Material Kerikil dan Abu, Ini Wilayah yang Alami Hujan Abu
Tribun Bali/Rizal Fanany
Foto ilustrasi - Gunung Agung keluarkan kepulan asap setinggi kurang lebih 3000 meter terlihat di Desa Kubu, Karangasem, Bali, Selasa (28/11/2018). 

TRIBUNPEKANBARU.COM, AMLAPURA - Gunung Agung kembali mengalami erupsi sekitar pukul 19.55 WITA pada Kamis (10/1/2019).

Terlihat abu mengarah ke barat laut setinggi 2.000 meter di atas kawah.

Namun, kolom ini tidak begitu jelas terlihat dengan mata telanjang karena saat itu terjadi kabut.

“Erupsi tadi terjadi lagi sekitar 4 menitan. Ketinggian abu tidak teramati oleh pengamat pos karena kabut terhalang kabut," jelas Kepala Subbidang Mitigasi Pemantauan Gunung Api Wilayah Timur PVMBG, Devy Kamil Syahbana saat dikonfirmasi.

Baca: GAJI PNS NAIK Tahun 2019 Ini, Pemprov Riau Tunggu Juknis, Ini Rincian Kenaikan Gaji PNS per Golongan

Baca: 4 Orang Tersangka Penyalahgunaan Narkotika Ditangkap di Dumai dan Kepulauan Meranti

"Abu dilihat dari citra satelit BMKG maupun AAC Darwin, menunjukkan arah angin ke barat laut."

"Ketinggian sekitar 5.400 meter dari permukaan laut atau sekitar 2.000 meter dari puncak Gunung Agung,”.

Devy Kamil menyampaikan, lontaran material yang keluar dari erupsi ini berupa kerikil, abu, dan pasir.

Laut Gunung Agung yakni seperti wilayah Desa Ban dan Banjar Dukuh yang mengalami hujan abu. Namun dengan intensitas yang masih tipis.

Saat ditanyai mengenai erupsi susulan, Devy menjawab akan terus memantaunya.

Baca: Kabur Usai Cabuli Remaja 14 Tahun di Siak, Pemuda Ini Terima Balasan Saat Pulang Kampung

Baca: Masih Hapal Lirik Lagu Sayur Kol? Coba Dengar Versi Pengembala Padang Pasir Ini

"Erupsi susulan kalau terus menerus tendesinya belum ada. Tetapi kita terus monitor 24 jam aktivitas Gunung Agung oleh tim PVMBG. Status masih di Siaga Level III,” jawabnya.

Tendensi erupsi yang lebih besar belum terjadi, dan letusan seperti ini sebelumnya terjadi pada 30 Desember 2018 lalu dengan ketinggian hampir sama seperti erupsi malam ini.

“Kalau ada terjadi indikasi-indikasi bahwa dia aktivitasnya lebih tinggi akan kita evaluasi lagi statusnya. Indikasi ke arah erupsi yang lebih besar itu belum,” ungkap Devy

Editor: Muhammad Ridho
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved