Bengkalis

Terancam Penjara 10 Tahun dan Denda Rp 5 Miliar, Nakhoda Kapal Pengangkut Kayu Teki Jadi Tersangka

Nakhoda pengangkut kayu teki yang tertangkap kapal patroli BKO Bea Cukai Senin (21/1) pekan lalu ditetapkan sebagai tersangka.

Terancam Penjara 10 Tahun dan Denda Rp 5 Miliar, Nakhoda Kapal Pengangkut Kayu Teki Jadi Tersangka
Tribun Pekanbaru/Muhammad Natsir
Bea Cukai Riau Tangkap Kapal Pengangkut Kayu Teki Alias Bakau di Perairan Bengkalis 

TRIBUNBENGKALIS.COM, BENGKALIS - Nakhoda pengangkut kayu teki atau bakau yang tertangkap kapal patroli BKO Kantor Wilayah Bea Cukai Riau di wilayah kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea Cukai tipe Madya Bengkalis, Senin (21/1) pekan lalu ditetapkan sebagai tersangka.

"Beberapa waktu lalu kita sudah berkoordinasi dengan Kejaksaan. Hasilnya satu orang ditetapkan tersangka yakni nakhoda kapal berinisial TH," jelas Kepala Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea Cukai Tipe Madya Bengkalis Mochammad Munif, Senin (28/1).

TH sudah ditahan dengan dititipkan di Lapas Bengkalis. Sementara dua anak buah kapal pengangkut kayu tersebut berinisial T dan F dipulangkan.

"Dua ABK dibebaskan, namun tetap kita minta memberikan keterangan bila sewaktu-waktu dibutuhkan," jelasnya.

Menurut dia, pihaknya sedang melakukan pengembangan terkait penyidikan perkara ini.

Bisa saja nanti kemungkinan akan ada tersangka lain.

Untuk TH, Bea Cukai Bengkalis sudah mengirimkan Surat Perintah Dimulainya Penyidikan (SPDP) ke Kejaksaan.

"Kita perlu berkoordinasi dengan Kejaksaan, karena kalau berkas dinyatakan lengkap akan kita limpahkan tahap 1 dan tahap 2 ke Kejaksaan," terangya.

Barang bukti berupa kayu teki bersama kapal pengangkutnya diamankan.

Tersangka saat ini dijerat dengan pasal 102A huruf a junto e undang undang nomor 17 tahun 2006.

"Dengan ancaman hukuman maksimal 10 tahun penjara serta denda paling banyak Rp 5 miliar," tegas Munif.

Diberitakan sebelumnya, kapal patroli BKO Kantor Wilayah Bea Cukai Riau dengan nomor lambung 20004 melakukan penengahan sebuah kapal di Perairan Toron Putih pekan lalu.

KM Berlian Laut dengan muatan 2.750 batang kayu teki karena tidak memiliki dokumen.

Dari hasil pemeriksaan, kapal kayu teki ini berasal dari Kepulauan Meranti. Rencananya akan dibawa ke Malaysia tepatnya daerah Batu Pahat. (*)

Penulis: Muhammad Natsir
Editor: Nurul Qomariah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved