Harga Sembako Naik
Sempat Sentuh Harga Rp 100 Ribu Perkilogram, Harga Cabai di Bengkalis Turun Tipis
Sempat menyentuh harga 100 ribu rupiah perkilogram cabai merah di Bengkalis mulai turun Kamis (11/9/2025).
Penulis: Muhammad Natsir | Editor: Sesri
TRIBUNPEKANBARU.COM, BENGKALIS - Sempat menyentuh harga 100 ribu rupiah perkilogram cabai merah di Bengkalis mulai turun Kamis (11/9/2025).
Umiatun satu diantara pedagang kebutuhan harian di pasar Terubuk Bengkalis mengatakan harga cabai merah asal Bukit Tinggi saat ini sudah turun10 ribu rupiah dibandingkan harga sebelumnya.
"Hari ini perkilogram Rp 90 ribu cabai dari Bukittinggi, sementara cabai merah dari Medan dan Aceh juga mengalami penurunan perkilogramnya Rp 75 ribu dibandingan beberapa hari lalu turun Rp 5 ribu rupiah," ungkapnya.
Selain itu cabai merah lokal asal Siak juga mengalami penurunan, sebelumnya sempat di jual perkilogramnya Rp 90 ribu, kini pedagang di pasar menjual cabai lokal dengan harga Rp 85 ribu rupiah.
Penurunan harga terjadi karena harga beli penjual dari agen distributor juga turun.
Meskipun mengalami penurunan, Umiatun mengakui harga cabai merah masih tinggi, masyarakat juga masih membatasi pembelian.
"Kalau pembeli, masih turun, masyarakat masih mengurangi pembelian cabai merah. Yang biasa beli sekilo, sekarang mereka beli setengah kilogram bahkan ada yang malah beli seperempat kilo aja," jelasnya.
Menurut dia, sejak harga cabai merah naik tinggi, Umiatun mengatakan pihaknya membatasi pembelian stok cabai merah. Biasanya untuk penjualan dua hari pihaknya menyediakan stok 150 kilogram, sejak dua pekan ini hanya menyiapkan stok 100 kilogram saja.
Baca juga: Sudah Satu Pekan, Harga Cabai Merah di Kota Pekanbaru Masih Tinggi
Baca juga: Harga Cabai Merah Rp 100 Ribu per Kilo, Desi Terpaksa Cuma Beli Sedikit
"Itupun habis kadang lebih dari dua hari. Jadi kami tidak berani stok banyak dulu, apalagi saat ini terkendala penyeberangan RoRo yang menjadi keterlambatan barang masuk," jelasnya.
Menurut dia, penyeberangan RoDo Bengkalis yang hanya ada dua kapal, barang kebutuhan harian yang biasanya di pesan dari Pekanbaru terlambat sampai. Kalau biasanya sampai pagi sudah di pasar sekarang barang masuk paling cepat siang bahkan semalam sore baru sampai.
"Kalau terlambat ini berpengaruh dengan barang kita. Terlalu lama kadang barang ada yang rusak, serta biaya antar juga bertambah karena supir menghabiskan waktu di pelabuhan, jadinya kita naikkan juga lah seribu rupiah perkilogram barang yang kita jual termasuk cabai," tambahnya.
Umiatun mengatakan, harga cabai merah dalam beberapa pekan ini kemungkinan akan terus turun. Mengingat saat ini daerah penghasil akan memasuki masa panen.
"Perkiraan kita berdasarkan tahun tahun sebelumnya akhir September ini diperkirakan masuk musim panen. Stok cabai merah kemungkinan akan berlimbah dan mempengaruhi harga, jadi kemungkinan pekan depan harga cabai akan kembali turun," tambahnya.
( Tribunpekanbaru.com/Muhammad Natsir)
| Harga Cabai di Riau Mulai Turun, Pasokan dari Sumut dan Jambi Perkuat Stok di Pasar |
|
|---|
| Hasil Panen Menurun, Harga Cabai di Kampar Naik 2 Kali Lipat |
|
|---|
| Harga Cabai Merah Meroket, Warga Bengkalis Ini Beralih Beli Cabai Kering, Lebih Murah |
|
|---|
| Harga Cabai Tembus Rp 100 Ribu, DPRD Riau Desak Pemerintah Ambil Langkah Tegas |
|
|---|
| Disperindag Riau Ungkap Penyebab Harga Cabai di Riau Melonjak |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pekanbaru/foto/bank/originals/Pedagang-kebutuhan-harian-di-pasar-Terubuk-Bengkalis.jpg)