Pekanbaru

JM3 Riau Desak Fadli Zon Meminta Maaf Terkait Puisi 'Doa yang Ditukar'

Jaringan‎ Masyarakat Muslim Membangun (JM3) Provinsi Riau mengeluarkan pernyataan sikap terkait puisi "Doa Yang Ditukar".

JM3 Riau Desak Fadli Zon Meminta Maaf Terkait Puisi 'Doa yang Ditukar'
Foto Kolase Tribunnews & Twitter @fadlizon
Fadli Zon dan Mbah Moein 

Laporan Wartawan tribunpekanbaru.com Fernando Sihombing

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Jaringan‎ Masyarakat Muslim Membangun (JM3) Provinsi Riau mengeluarkan pernyataan sikap terkait puisi "Doa Yang Ditukar".

Fadli Zon, si pembuat puisi itu didesak meminta maaf.

Pernyataan ini tertuang dalam keterangan tertulis yang diterima tribunpekanbaru melalui pesan Whatsapp pada Sabtu (9/2/2019) malam. Ketua JM3 Riau, Armansyah membenarkan pernyataan itu saat dikonfirmasi Senin (11/2) pagi.

Armansyah menyayangkan puisi yang ditulis Politisi Partai Gerakan Indonesia Raya itu. Menurut dia, Wakil Ketua DPR RI itu dinilai telah mencela doa KH Maimun Zubair alias Mbah Moen.

"Bagi kami, Mbah Moen adalah seorang ulama sepuh yang karismatik dan telah mendidik banyak santri yang tersebar di seluruh Indonesia," kata Armansyah.

Ia mengatakan, elit politik seperti Fadli Zon tidak pantas melakukan hal ini terhadap ulama yang sepuh hanya karena alasan politik.

Baca: Rabu Nanti Bupati Pelalawan Lantik Pejabat Eselon II

Menurut dia, Fadli Zon mestinya memberi teladan menghormati tokoh walaupun berbeda pemikiran dan pilihan politik. Bukan justru mengeluarkan ujaran kebencian yang meresahkan masyarakat.

"Kami meminta Fadli Zon meminta maaf secara terbuka kepada publik, agar polemik ini bisa segera selesai dan kita semua dapat kembali bekerjasama membangun bangsa tanpa harus saling mencela dan merendahkan satu sama lain," pinta Armansyah.

Pada kesempatan ini, Armansyah mengajak para elit politik, khususnya di Riau, menjaga kondusifitas dalam suasana Pemilu.

Baca: VIDEO: Jadwal Live Liga Champions Asia 2019 Newcastle Jets vs Persija Jakarta, Selasa Sore Ini

Ia berharap, para elit memberi pencerdasan politik. Bukan malah sebaliknya.

"‎Alangkah lebih baik jika kita dapat membangun negeri dengan politik sopan santun, beretika, beradab, dan penuh kasih sayang," ujar Armansyah.

Sehingga Pemilu akan memberi manfaat positif bagi kemajuan bangsa, bukannya perpecahan yang membawa mudarat bagi rakyat. (*)‎‎

Penulis: Fernando
Editor: Ariestia
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved