Begini Etika yang Harus Diperhatikan Saat Membesuk Pasien Kanker

Dukungan emosional yang didapatkan pasien kanker dari orang-orang di sekitarnya berpengaruh positif bagi pengobatan yang sedang dijalaninya.

Begini Etika yang Harus Diperhatikan Saat Membesuk Pasien Kanker
washingtonpost
Perawat ini pegang tangan dan menyanyikan lagu untuk pasien kanker 

TRIBUNPEKANBARU.COM - Dukungan emosional yang didapatkan pasien kanker dari orang-orang di sekitarnya berpengaruh positif bagi pengobatan yang sedang dijalaninya.

Penelitian juga mengungkap, dukungan yang kuat itu seringkali memberikan kualitas hidup yang lebih baik bagi pasien atau penyintas (survivor).

Kita bisa melihat bagaimana Ibu Ani Yudhoyono yang sedang menjalani perawatan kanker darah di Singapura tetap optimis berkat dukungan dan doa banyak orang.

Termasuk kunjungan para tokoh seperti Presiden Jokowi dan PM Singapura Lee Hsien Loong, ke National University Hospital tempat Ibu Ani dirawat.

Penyakit kanker bisa membuat penderitanya merasa terisolasi. Itu sebabnya, dengan meluangkan waktu untuk membesuk kita bisa mengalihkan perhatiannya dari kanker yang sekarang ini menjadi fokus utama hidupnya.

Meski demikian, ketahui apa saja etika saat mengunjungi pasien kanker:

- Rencanakan kunjungan dengan membuat pemberitahuan, bisa lewat telepon atau pun teks SMS dan WhatsAp. Tanyakan apakah ia sedang bisa menerima kunjungan atau tidak. Pahami bahwa ia tidak bisa menemerima tamu setiap saat.

- Jika memungkinkan pilih waktu berkunjung pada hari kerja, karena biasanya di akhir pekan sudah banyak tamu yang datang.

- Kebanyakan orang bingung harus mengatakan apa pada pasien.

Ingatlah bahwa yang penting bukan apa yang kamu katakan, tapi kehadiran dan kemauan untuk mendengarnya.

Bantu pasien untuk fokus pada apa yang membuatnya bersemengat, misalnya olahraga, hewan kesayangan, atau buku baru dari penulis favoritnya.

- Hindari memberikan saran-saran medis atau opini terkait obat, vitamin, atau pola makan, apalagi jika kita tidak punya pengetahuan yang cukup.

Jangan mendesaknya untuk segera melawan penyakitnya, jika kondisinya saat itu memang lemah.

- Hindari mengingkatkannya pada perilaku atau kebiasaannya yang dulu yang mungkin terkait dengan penyakitnya. Dukung dan dengarkan keluhannya, bahkan keinginannya untuk tetap diam.

- Akan lebih baik jika kunjungan tersebut bersifat singkat, tetapi sering, ketimbang lama namun hanya datang sekali. (*)

Penulis: ihsan
Editor: ihsan
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved