Imunisasi Adalah Hak Anak, Bukan Sekadar Pilihan
Di Kampar, lebih dari 90% responden menyatakan setuju atau sangat setuju bahwa imunisasi penting untuk anak-anak
Oleh: drg. Sri Sadono Mulyanto, M.Han
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Riau
Imunisasi adalah hak dasar setiap anak untuk mendapatkan perlindungan sejak dini – perlindungan agar mereka tumbuh sehat, kuat, dan terlindungi dari penyakit berbahaya yang sebenarnya dapat dicegah. Lebih dari sekadar prosedur medis, imunisasi adalah investasi kita bersama dalam membangun masa depan generasi yang tangguh.
Di Provinsi Riau, kami melihat banyak kabar baik dari lapangan: masyarakat semakin paham, percaya, dan mau berpartisipasi dalam program imunisasi. Namun seperti banyak daerah lain, masih ada tantangan yang perlu kita hadapi bersama.
Survei terbaru yang dilakukan oleh Global Health Strategies di wilayah Pekanbaru dan Kampar menunjukkan bahwa mayoritas masyarakat Riau, baik di kota maupun di daerah, memiliki kepercayaan yang tinggi terhadap manfaat dan dan keamanan imunisasi.
Di Kampar, lebih dari 90 persen responden menyatakan setuju atau sangat setuju bahwa imunisasi penting untuk anak-anak.
Hal serupa juga terlihat di Pekanbaru, di mana sebagian besar orang tua tidak khawatir memberikan imunisasi kepada anaknya.
Ini adalah modal sosial yang sangat berharga bagi keberlanjutan program imunisasi di daerah kami.
Namun, ada satu tantangan utama yang tak boleh kita abaikan: keberlanjutan.
Meskipun capaian imunisasi dasar tergolong baik – Pekanbaru mencapai 72?n Kampar 86,9% – kita melihat penurunan signifikan pada imunisasi lanjutan. Di Pekanbaru, hanya sekitar 37,5% anak yang melanjutkan imunisasi hingga tuntas.
Sementara itu, di Kampar, meskipun capaian imunisasi lanjutan lebih tinggi yaitu 68,4%, tetap terjadi penurunan cukup signifikan dibandingkan dengan capaian imunisasi dasar sebesar 86,9%.
Data ini menunjukkan bahwa walaupun banyak orang tua bersedia memulai imunisasi, mempertahankan komitmen hingga seluruh jadwal selesai tetap menjadi tantangan.
Apa yang menjadi penyebab? Salah satunya adalah kurangnya edukasi dan informasi, terutama mengenai pentingnya imunisasi lanjutan dan jadwal imunisasi anak sekolah.
Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) belum menunjukkan partisipasi optimal, khususnya di Pekanbaru dengan hanya 33,2% responden yang menyatakan terlibat.
Ini adalah peluang besar yang belum tergarap secara maksimal. Padahal, sekolah bisa menjadi pintu masuk strategis untuk menyentuh anak-anak dan orang tua sekaligus, apalagi bila disertai dukungan tokoh masyarakat, guru, dan tenaga kesehatan.
| Malaria Kembali Mengganas di Riau, Warga Diingatkan Jaga Lingkungan |
|
|---|
| Kasus HIV/AIDS Masih Tinggi, Dinkes Riau Tekankan Pentingnya Pencegahan |
|
|---|
| Tahun 2025 Ini, 793 Warga Riau Positif HIV Aids, Paling Banyak di Pekanbaru |
|
|---|
| Kasus Campak Merebak di Pekanbaru, 89 Anak Positif |
|
|---|
| Stunting di Riau Turun Jadi 3,29 Persen, Dibawah Target Nasional |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pekanbaru/foto/bank/originals/Imunisasi-Adalah-Hak-Anak.jpg)