Pekanbaru

Tak Kunjung Bertemu Wako Pekanbaru, Guru Sertifikasi Ancam Bakal Gelar Aksi Beberapa Hari Ke Depan

Kami hanya minta jawaban iya atau tidak. Kalau tuntutan kami tidak diterima, kami bakal ambil langkah selanjutnya

Tak Kunjung Bertemu Wako Pekanbaru, Guru Sertifikasi Ancam Bakal Gelar Aksi Beberapa Hari Ke Depan
Tribun Pekanbaru/Theo Rizky
Ribuan guru sertifikasi kembali melakukan aksi damai di depan Kantor Walikota Pekanbaru, Jalan Sudirman, Pekanbaru, Rabu (20/3/2019). Aksi tersebut kembali dilakukan karena hingga kini belum ada kejelasan terkait tuntutan para guru sertifikasi di Pekanbaru. (TRIBUN PEKANBARU/THEO RIZKY). 

TRIBUNPEKANBARU.COM,PEKANBARU- Perwakilan Guru Sertifikasi SD dan SMP Pekanbaru, Zulfikar Rahman mengancam bakal menggelar aksi hingga beberapa hari ke depan. Mereka bakal menggelar aksi hingga Walikota Pekanbaru bisa menemui para guru sertifikasi.

Ribuan guru sertifikasi kembali menggelar aksi damai di Kantor Walikota Pekanbaru, Rabu (20/3/2019). "Kami hanya minta jawaban iya atau tidak. Kalau tuntutan kami tidak diterima, kami bakal ambil langkah selanjutnya," paparnya kepada Tribun, Rabu usai aksi.

Mereka meyakini sejumlah rujukan untuk meniadakan tunjangan penghasilan bagi guru sertifikasi tidak kuat. Para guru berpegang pada Undang-Undang No.14 tahun 2005 tentang Guru dan Dosen mesti jadi tolak ukur atas perwako.

Baca: Guru Gelar Aksi Damai di Pekanbaru, Sejumlah Sekolah Ternyata Meliburkan Siswanya

Baca: FOTO: Aksi Damai di Kantor Walikota Pekanbaru, Para Guru Gelar Yasinan

Pada pasal 14 huruf a menyebut guru berhak memperoleh penghasilan di atas kebutuhan minimum dan jaminan kesejahteraan sosial. Permendagri No.13 tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah mengarah ke daerah yang tidak punya anggaran cukup.

"Kami menilai Pekanbaru mampu. Sebab tunjangan penghasilan ASN selain guru malah ditambah," ulasnya.

Mereka mempertanyakan alasan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI No.10 tahun 2018 tentang Petunjuk Teknis Penyaluran Tunjangan Profesi, Tunjangan Khusus dan Tunjangan Penghasilan guru PNS daerah jadi pijakan Pemerintah Kota Pekanbaru dalam meniadakan tunjangan penghasilan bagi guru.

Mereka juga mempertanyakan larangan memberikan tunjangan penghasilan. KPK ternyata sudah memgklarifikasi dan menyebut tidak pernah mengeluarkan larangan. KPK malah mendorong pemberian tunjangan penghasilan.

Baca: Perwakilan Ungkap Kekecewaan, Ribuan Guru Tinggalkan Kantor Walikota Pekanbaru Usai 2 Jam Lebih Aksi

Baca: BREAKING NEWS: Guru Baca Surat Yasin untuk Firdaus MT dan Salat di Halaman Kantor Walikota Pekanbaru

"Kami bakal pertanyakan hal ini. Kalau tidak ada jawaban, kami bakal Kementrian Pendidikan dan ke Kementrian Dalam Negeri," ulasnya.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru Abdul Jamal menyayangkan para guru sertifikasi kembali melakukan aksi damai.
Kondisi ini tentu berdampak pada proses belajar mengajar di sekolah.

Para pengendara dan pengguna jalan juga terganggu dengan aksi tersebut. "Mereka sudah melakukan aksi lebih dari satu kali. Kondisi ini jelas berdampak bagi anak diri," ulas Jamal.

Guru sertifikasi mestinya mempertimbangkan absensi. Ada  guru piket yang bertugas di sekolah untuk mencatatnya. Absen ini tentu berdampak pada pencairan sertifikasinya nanti.

Baca: Aksi Damai Guru di Pekanbaru, Lalu Lintas Jalan Jendral Sudirman Dialihkan

Baca: LIVE Ribuan Guru Sertifikasi di Pekanbaru Kembali Turun ke Jalan

"Mereka menggelar aksi pada jam pelajaran. Guru mestinya bisa mencari waktu untuk audiensi, kalau unjuk rasa ya absen mereka bertambah," ulasnya.

Para guru honorer yang ada di Pekanbaru juga menyayangkan aksi demo guru sertifikasi. Ketua Umum Forum Komunikasi Guru dan Pegawai Honor Sekolah Negeri, Eko Wibowo menyebut nasib para guru sertifikasi lebih baik bila dibanding guru honor dan komite.

Guru yang sudah ASN tidak cuma menerima gaji tiap bulan. Mereka juga mendapatkan dana sertifikasi. Para guru honor cuma mendapatkan insentif berkisar Rp 600.000 hingga Rp 1,2 juta.

"Kami para guru honor cuma dapat segitu. Tambahan lainnya tidak ada lagi," paparnya
(Tribunpekanbaru.com/Fernando Sikumbang)

Penulis: Fernando
Editor: CandraDani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved