Indragiri Hulu

MANTAN Pegawai BPN Inhu Riau Divonis Empat Tahun Penjara, Pungut Uang Pengurusan SERTIFIKAT PRONA

Mantan Pegawai BPN Inhu Riau, Said Muhammad Arsyad divonis empat tahun penjara, terbukti pungut uang dalam pengurusan sertifikat Prona

MANTAN Pegawai BPN Inhu Riau Divonis Empat Tahun Penjara, Pungut Uang Pengurusan SERTIFIKAT PRONA
Tribun Pekanbaru/Bynton Simanungkalit
MANTAN Pegawai BPN Inhu Riau Divonis Empat Tahun Penjara, Pungut Uang Pengurusan SERTIFIKAT PRONA 

MANTAN Pegawai BPN Inhu Riau Divonis Empat Tahun Penjara, Pungut Uang Pengurusan SERTIFIKAT PRONA

TRIBUNINHU.COM, RENGAT - Mantan Pegawai BPN Inhu Riau, Said Muhammad Arsyad divonis empat tahun penjara, terbukti pungut uang dalam pengurusan sertifikat Proyek Operasi Nasional Agraria (Prona).

Hakim Pengadilan Tipikor di Pengadilan Negeri (PN) Pekanbaru memonis Said Muhammad Arsyad, terdakwa kasus pungutan liar pengurusan sertifikat Prona empat tahun penjara dan denda Rp 200 juta dengan subsider dua bulan penjara.

Hal ini disampaikan oleh Kepala Kejari Inhu, Hulu Hayin Suhikto melalui Kasi Intel Kejari Inhu, Bambang Dwi Saputra ketika dikonfirmasi Tribuninhu.com, Rabu (27/3/2019).

Baca: Ketahuan Mencuri, REMAJA 17 TAHUN di Rokan Hulu Riau Tega Bunuh Tetangganya, Terungkap Berkat Kalung

Baca: KISAH Cewek Cantik Berdarah MINANG di Pekanbaru, KELILING 17 Provinsi di Indonesia Selama 73 Hari

Baca: KISAH Cewek Cantik ANAK BUNGSU Asal Pekanbaru, Melenggang ke Istana Negara Berkat Marching Band

Vonis tersebut dijatuhkan terhadap Said Muhammad Arsyad pada Selasa (26/3/2019) lalu.

"Vonis itu dijatuhkan lebih ringan dari tuntutan kita sebelumnya, yakni lima tahun penjara. Hakim beralasan terdakwa mengakui perbuatannya," kata Bambang.

Said juga terbukti telah melakukan pungutan pengurusan Prona dari warga hingga mencapai Rp 500 juta.

Said yang juga merupakan mantan Kepala Seksi Pengendalian dan Pemberdayaan pada Kantor Pertanahan Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) itu, dijerat Pasal 12 huruf E Undang-undang (UU) RI Nomor 31 Tahun 1999 sebagai mana diubah dan ditambah dengan UU RI Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Pungutan atas pengurusan sertifikat Prona dilakukannya sejak tahun 2015 hingga 2017 lalu pada warga eks transmigrasi di sejumlah desa di Inhu, yakni, Desa Kerubung Jaya, Desa Bukit Lingkar, Desa Bukit Lipai, Desa Talang Bersemi, Desa Talang Mulia dan Desa Pematang Manggis, Kecamatan Batang Cenaku.

Baca: KABUT ASAP Landa Sejumlah Wilayah di Riau, ISPU Tunjukan Level Tidak Sehat, Karhutla Masih Terjadi

Baca: Pemuda 19 Tahun Cabuli Remaja 13 Tahun di Sebuah Bangunan Tua di Dumai Riau, Sempat Main di Warnet

Baca: Kisah CEWEK CANTIK Asal Pekanbaru, Art Director di Kastil Creative, Ikut Pertukaran Pemuda ke Jepang

"Sekitar 1.000 persil sertifikat prona yang dipungut oleh terdakwa dengan jumlah uang berkisaran Rp 500 juta, perbuatan terdakwa menyalahgunakan kekuasaannya dengan maksud menguntungkan diri sendiri," kata JPU pada kasus ini, Misael Tambunan.

Terdakwa diketahui terakhir bertugas di kantor BPN Indragiri Hilir (Inhil).

Atas putusan tersebut, terdakwa dan JPU serempak menyatakan pikir- pikir.

Majelis hakim memberikan waktu kepada masing-masing pihak selama 7 hari untuk pikir-pikir, ucap Misael Tambunan.

MANTAN Pegawai BPN Inhu Riau Divonis Empat Tahun Penjara, Pungut Uang Pengurusan SERTIFIKAT PRONA. (Tribuninhu.com/Bynton Simanungkalit)

Penulis: Bynton Simanungkalit
Editor: Nolpitos Hendri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved