Siak

Paijan Kaget Melihat Ikan-ikan di Sungai Puing Kuala Gasib Siak Riau Mati Mengapung

Warga Siak Paijan kaget kala melihat ikan-ikan di sungai Puing, kampung Kuala Gasib, kecamatan Koto Gasib, Siak pada mati mengapung.

Paijan Kaget Melihat Ikan-ikan di Sungai Puing Kuala Gasib Siak Riau Mati Mengapung
foto kiriman Paijan, warga Lubuk Dalam, Siak.
Seorang warga mengangkat seekor ikan baung yang mati di sungai Puing, kampung Kuala Gasib, kecamatan Koto Gasib, Rabu (10/4/2019) sore. 

TRIBUNSIAK.COM, SIAK - Warga Siak Paijan kaget kala melihat ikan-ikan di sungai Puing, kampung Kuala Gasib, kecamatan Koto Gasib, Siak pada mati mengapung.

Jumlahnya ikan sungai yang mati sangat banyak. Kejadian itu dialami Paijan pada Rabu (10/4/2019) sore, saat hendak memancing di sana.

Maklum, Paijan warga Lubuk Dalam yang kerap menelusuri sungai Puing untuk mencari lokasi pancingan yang dianggap menguntungkan.

"Saat saya menyusuri mencari tempat untuk memancing di sungai itu saya mencium bau bangkai ikan. Ternyata banyak sekali yang telah mati dan pada mengapung di permukaan sungai," ujar Paijan, Kamis (11/4/2019).

Baca: Kecelakaan Mobil vs Motor di Pelalawan Riau, Pengendara Motor Tewas dan Mobil Masuk Kanal

Baca: Asyik Mancing Dekat Jembatan Leighton Pinggir Sungai Siak, Warga Pekanbaru Kaget Ada Buaya Muncul

Baca: Bupati Siak Alfedri Pastikan Siak Siap Sukseskan Pemilu 17 April 2019

Seorang warga mengangkat seekor ikan baung yang mati di sungai Puing, kampung Kuala Gasib, kecamatan Koto Gasib, Rabu (10/4/2019) sore.
Seorang warga mengangkat seekor ikan baung yang mati di sungai Puing, kampung Kuala Gasib, kecamatan Koto Gasib, Rabu (10/4/2019) sore. (foto kiriman Paijan, warga Lubuk Dalam, Siak.)

Ia mengatakan, beberapa jenis ikan sungai yang ditemukan mengapung adalah ikan baung, ikan rasau, ikan juaro, selais, pantau dan lain-lain.

Ia menduga sungai di bagian Kuala Gasib itu teraliri limbah pabrik perusahaan sawit di sekitar sungai.

"Sering terjadi begini, sekitar 4 bulan lalu juga terjadi begini. Kalau tidak cemaran limbah berbahaya tidak mungkin ikan-ikan pada mati," kata dia.

Paijan dan warga yang hobi memancing lainnya berharap agar pihak perusahaan perkebunan yang memiliki pabrik kelapa sawit (PKS) dapat menjaga sungai agar tetap bisa menjadi sumber kehidupan.

"Kami sangat kecewa bila sungai tercemar. Kami memang tidak tahu bagaimana limbah-limbah perusahaan, tetapi kami meminta agar pihak perusahaan jaga aliran limbahnya," kata dia.

(Tribunsiak.com/mayonal putra)

Baca: KPU Akan Gelar Konser Deklarasi Pemilu Transparan dan Bermarwah di Riau, Ini Jadwalnya

Baca: Ramalan Zodiak Hari Ini Kamis 11 April 2019, Sagitarius Lagi Romantis, Taurus Waspada Keuangan

Baca: Ustadz Yusuf Mansur Dampingi Cawapres Maruf Amin Kampanye di Lamongan

Baca: VIDEO STREAMING Perempat Final Liga Eropa Arsenal vs Napoli Dinihari Nanti

Baca: Lowongan Kerja (Loker) BUMN Pelindo III: Ada 4 Posisi, Pendaftaran Terakhir 12 April

 

Temukan kami di Facebook dan Instagram

Penulis: Mayonal Putra
Editor: Sesri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved