Selasa, 14 April 2026
Pemko Pekanbaru
Super Hub Pemko Pekanbaru

Keamanan Diperketat Usai Ancaman ISIS Hancurkan Candi Borobudur

Balai Konservasi Borobudur (BKB) dan PT Taman Wisata Candi Borobudur (TWCB) menambah personel keamanan di wilayah Candi Borobudur.

Editor: Muhammad Ridho

TRIBUNPEKANBARU.COM, MAGELANG - Balai Konservasi Borobudur (BKB) dan PT Taman Wisata Candi Borobudur (TWCB) menambah personel keamanan di wilayah Candi Borobudur. Penambahan pengamanan ini dilakukan menyusul adanya isu ancaman dari kelompok pendukung Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) yang akan menghancurkan berbagai candi termasuk Candi Borobudur.

Kepala BKB, Marsis Sutopo menjelaskan, isu ancaman ISIS itu diketahuinya saat membaca tulisan di media massa dan informasi media sosial. Meski demikian, saat ini belum ada ancaman secara langsung ke objek wisata tersebut.

“Untuk menghadapi ancaman ini, kita tentu mengantisipasi pengamanan dengan menambah jumlah personel. Seperti Satpam dengan koordinasi bersama pihak TWCB untuk keamanan di Zona I dan II. Termasuk, berkoordinasi dengan aparat keamanan seperti polisi,” kata Marsis.

Marsis menyampaikan, koordinasi untuk penambahan personel sudah dilakukan sejak sepekan terakhir. Termasuk, saat ini jaga malam di kompleks candi juga dilakukan oleh aparat kepolisian. Dia menambahkan, penambahan personel untuk keamanan ini, biasanya dilakukan saat acara-acara tertentu seperti Waisak, Lebaran.

“Namun, kalau memang ada ancaman khusus ditambah lagi,” kata Marsis.

Belakangan diketahui, ancaman tersebut muncul dari pendukung ISIS di Indonesia melalui Facebook dengan fanpage “We are islamic state”. Mereka menyerukan untuk menghancurkan berbagai candi yang ada di Indonesia, terutama Candi Borobudur.

Direktur Utama PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan dan Ratu Boko, Laily Prihatiningtyas mengatakan, hingga saat ini kunjungan wisatawan belum terpengaruh signifikan dengan adanya isu ancaman tersebut. Hingga kini, kunjungan wisman masih relatif tinggi.

“Kalau kunjungan saat ini masih mencapai 5000 hingga 6000 pengunjung,” katanya.

Meski demikian, karena hal itu merupakan ancaman nasional, pihaknya telah berkoordinasi dengan Polres setempat. Selain berkoordinasi dengan pihak Polres, pihaknya juga berkoordinasi dengan BKB dan TNI, untuk mengecek keamanan.

“Untuk penambahan personel, saat ini sedang ada meeting bersama. Karena ini merupakan isu nasional tidak hanya di level TWCB,” jelasnya.

Di tempat terpisah, Kapolres Magelang, AKBP Murbani Budi Pitono, mengatakan, pihaknya akan melakukan pengamanan secara optimal dan maksimal di Candi Borobudur. Pengamanan itu dilakukan untuk mengatisipasi ancaman dari pendukung ISIS.

“Setiap hari ada satu peleton pasukan, yang terdiri dari pam obvit dan pengamanan meliputi tiga ring. Kawasan I, II, dan III. Kami juga mengajak masyarakat berpartisipasi untuk lebih meningkatkan keamanan,” jelasnya.

Sementara Gubernur Lembaga Pertahanan Nasional (Lemhannas) Budi Susilo Soepandji mengatakan, pihaknya sudah melaporkan kepada Presiden terkait isu-isu yang menyangkut radikalisme. Dia mengatakan, sejauh ini ketahanan budaya di Jawa Tengah dan DIY termasuk cukup baik untuk menangkal isu-isu ancaman semacam ini.

“Namun, sejauh mana ancaman ini, itu menjadi tugas BIN, “ katanya.(Agung Ismiyanto)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved