Dengan Iming-iming Uang Seribu, Bapak Tega Cabuli Anak Kandung

Usai mencabuli anaknya, terdakwa lalu memberikan uang sebesar RP1000. Sejak saat itu, korban merasakan sakit pada kemaluannya

Dengan Iming-iming Uang Seribu, Bapak Tega Cabuli Anak Kandung
NET
Ilustrasi

TRIBUNPEKANBARU.COM, MATARAM - Sulaeman alias Eman (57) warga Labuapi, Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB) tega mencabuli anak kandungnya yang masih berusia delapan tahun dengan memberikan iming-iming uang Rp 1.000.

Hal tersebut terungkap dalam sidang putusan kasus pencabulan terhadap anak yang digelar di Pengadilan Negeri (PN) Mataram. Menurut pengacara terdakwa Deny Nur Indra, kliennya masih pikir-pikir dengan putusan Majelis Hakim yang dibacakan Rabu (17/9/2014). "Kami masih pikir-pikir," kata Deny, Kamis (18/9/2014).

Dalam sidang terungkap, kejadian ini terjadi pada Rabu (14/5/2014) sekitar pukul 14.30 Wita di rumah terdakwa Eman. Saat itu korban (8) yang tengah bermain jual-jualan bersama teman sebayanya, dipanggil terdakwa untuk diberi uang.

Korban pun menuruti panggilan Eman dan masuk kamar mengikuti terdakwa. Selanjutnya terdakwa menutup pintu kamar dan menidurkan korban di atas kasur. Saat itu korban sempat berontak, tapi terdakwa terus mencabuli korban.

Usai mencabuli anaknya, terdakwa lalu memberikan uang sebesar RP1000. Sejak saat itu, korban merasakan sakit pada kemaluannya terlebih saat buang air kecil. Hasil visum dokter, terdapat luka robek karena benda tumpul pada kemaluan korban.

Dalam sidang tersebut, terdakwa dinyatakan bersalah telah melakukan pencabulan terhadap anak. Terdakwa dijerat dengan Pasal 81 Ayat 2 UU Nomor 23 Tahun 2002 tentang perlindungan anak.

Editor: Muhammad Ridho
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved