Jumat, 10 April 2026
Pemko Pekanbaru
Super Hub Pemko Pekanbaru

Pria Ini Beri Makan Lebih 100 Orang Miskin Setiap Hari dengan Biaya Sendiri

Iba melihat wanita miskin mengemis makanan, sejak 3 tahun lalu ia memberi makan orang miskin rutin tanpa jeda setiap hari hingga sekarang.

Penulis: Ariestia | Editor: Ariestia
Azhar Maqsusi/YouTube
Setiap hari, Azhar Maqsusi memberi makan lebih dari 100 orang miskin di bawah jembatan flyover, Hyderabad, India. 

TRIBUNPEKANBARU.COM - Di bawah jembatan layang terdapat ruang kosong. Di India, biasanya ruang itu digunakan oleh bus swasta atau truk untuk parkir.

Namun, warga Hyderabad ini memutuskan untuk menggunakan satu ruang di bawah flyover Dabeerpura untuk tujuan mulia. Di tempat itu Azhar Maqsusi (36) memberi makan orang miskin yang kelaparan di sekitar stasiun Malakpet dan Chanchalguda.

Setiap hari, orang miskin pria dan wanita, tua maupun muda datang dan duduk berjejer. Mereka yang tak mampu membeli makanan ini boleh menikmati hidangan yang disediakan.

Maqsusi meluncurkan program bagi-bagi makanan sekitar tiga tahun lalu. Demikian dilansir Deccan Chronicle.

Bermula ketika ia melihat seorang wanita cacat fisik bernama Lakshmi. Wanita itu menangis dan mengemis makanan dekat stasiun kereta api.

Merasa iba, pria tersebut memberinya makan. Sejak itu ia memberi makan orang miskin rutin tanpa jeda setiap hari hingga sekarang.

"Ayah saya meninggal ketika saya masih sangat muda (empat tahun) dan ibu saya membesarkan saya dan saudara saya dengan susah payah. Saya tahu bagaimana rasanya tertidur kelaparan," katanya dilaporkan Deccan Chronicle.

Setelah melihat Lakshmi, hari berikutnya Maqsusi dan istri memasak makanan untuk sekitar 15 orang. Ia memberikan makanan itu pada orang-orang miskin dekat jembatan.

Awalnya makanan yang diberikan dalam bentuk paket. Namun kini ruang di bawah jembatan layang itu juga dijadikan tempat memasak, selain tempat membagi-bagikan makanan. Terlebih di bulan suci Ramadhan.

Di luar bulan Ramadhan, orang-orang miskin akan datang ke bawah flyover saat sore. Sedangkan selama Ramadhan, mereka tiba setelah iftar (buka puasa). Makanan yang dihidangkan adalah nasi, dal dan kadhi.

Bila awalnya hanya belasan orang, sekarang jumlah orang miskin yang dapat menikmati program itu terus meningkat, sehari 100-120 orang.

Untuk itu, Maqsusi memasak hampir 25 kg beras, 2 kg kacang-kacangan, satu liter minyak dan bumbu untuk setiap hari.

Biaya yang dikeluarkan Rs 1500 sampai Rs 1700 (sekitar Rp 315.714-Rp 357.810 kurs 15 Juli 2015), termasuk biaya gaji juru masak.

Dilaporkan The News Minute, jumlah orang yang membutuhkan makan ini lebih banyak dari yang mampu Maqsusi biayai.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved