Kabut Asap Riau
Pemadam Asing pun Kewalahan
Ini menunjukan belum ada kemajuan berarti upaya pemadaman kebakaran setelah adanya bantuan dari sejumlah negara asing.
"Saat masuk Palembang, kita tidak bisa kontak ground (melihat daratan scara kasat mata), cukup pekat. Mulai masuk Pekanbaru sudah terlihat sedikit-sedikit. Tipis-tipis bisa lihat ground (daratan). Namun karena visual ground visibility tidak mencukupi, kita gunakan instrumen aproach prosedure (navigasi elektronik pesawat)," ungkap Komandan Skuadron Udara 12 Letkol Pnb Jajang Setiawan kepada wartawan, Selasa (13/10/2015) sore, usai mendarat di Lanud Roesmin Nurjadin Pekanbaru.
Pantauan secara langsung ini dilakukan tiga unit pesawat Hawk milik Skuadron Udara 12 bertepatan dengan kepulangan mereka dari kegiatan HUT TNI ke 70 di Jakarta, beberapa waktu lalu.
Sementara Komandan Lanud Roesmin Nurjadin Pekanbaru Marsekal Pertama Henri Alfiandri mengatakan, asap yang menyelimuti Pekanbaru kemarin terhitung paling parah dalam beberapa hari terakhir.
"Selama seminggu, ini terjelek. Harapan saya minggu depan sudah bisa (membaik)," ujar Danlanud kepada wartawan usai menyambut empat pilotnya.
Secara kasat mata menurut Marsma Henri Alfiandri, jumlah titik api di Riau bisa dikatakan tidak ada lagi. Asap yang menyelimuti Riau dibawa angin dari wilayah yang masih terjadi kebakaran hutan dan lahan.
Bencana asap juga merugikan Skuadron 12, karena para pilot jet tempur tidak bisa latihan rutin.(Tribun Pekanbaru Cetak)
Bagaimanakah sikap Plt Gubri terkait kondisi kabut asap ini? Baca selengkapnya di Harian Tribun Pekanbaru edisi HARI INI. Simak lanjutannya di www.tribunpekanbaru.com. Ikuti Video Berita di www.tribunpekanbaru.com/video
FOLLOW Twitter @tribunpekanbaru dan LIKE Halaman Facebook: Tribun Pekanbaru
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pekanbaru/foto/bank/originals/pesawat-tempur-jenis-hawk-sandar-di-hangar-lanud-roesmin-nurjadin_20151013_234756.jpg)