Sabtu, 25 April 2026
Pemko Pekanbaru
Super Hub Pemko Pekanbaru

Dikira Bau Mayat, Ternyata Bunga Bangkai Tumbuh di Belakang Rumah

Setelah dicari tahu bukan bau mayat tetapi bau itu bersumber dari dua kuncup bunga bangkai.

Editor: Muhammad Ridho
surya/Irwan Syairwan
Nyonya Dea dan anaknya (kiri) dan dua bunga bangkai. 

Koordinator Peneliti Kebun Raya Purwodadi, Kabupaten Pasuruan, Dr Titut Yulisyarini, menerangkan bunga yang ditemukan Dea ini bernama amorphopallus campanulapus, atau istilah umumnya 'suweg'.

Bunga ini masih satu kerabat dengan amorphopallus titanum.

Bedanya, untuk yang titanum memiliki ukuran raksasa hingga 2 meter, sementara campanulapus memiliki ukuran mini.

"Bedanya hanya di ukuran dan tempat habitat. Kalau yang titanum itu hanya ditemukan di hutan, sangat jarang bisa tumbuh di pekarangan seperti yang di Sidoarjo," inbuh Titut.

Bunga ini bisa tumbuh karena benihnya disebar oleh hewan, biasanya serangga.

Bunga ini memiliki dua fase tumbuh, vegetatif dan generatif. Bunga ini tumbuh di lingkungan lembap.

"Kalau digali akan ketemu umbinya. Umbinya itu bisa dimakan," ujar Titut. (surya)

Sumber: Tribunnews
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved