Dikira Bau Mayat, Ternyata Bunga Bangkai Tumbuh di Belakang Rumah
Setelah dicari tahu bukan bau mayat tetapi bau itu bersumber dari dua kuncup bunga bangkai.
Koordinator Peneliti Kebun Raya Purwodadi, Kabupaten Pasuruan, Dr Titut Yulisyarini, menerangkan bunga yang ditemukan Dea ini bernama amorphopallus campanulapus, atau istilah umumnya 'suweg'.
Bunga ini masih satu kerabat dengan amorphopallus titanum.
Bedanya, untuk yang titanum memiliki ukuran raksasa hingga 2 meter, sementara campanulapus memiliki ukuran mini.
"Bedanya hanya di ukuran dan tempat habitat. Kalau yang titanum itu hanya ditemukan di hutan, sangat jarang bisa tumbuh di pekarangan seperti yang di Sidoarjo," inbuh Titut.
Bunga ini bisa tumbuh karena benihnya disebar oleh hewan, biasanya serangga.
Bunga ini memiliki dua fase tumbuh, vegetatif dan generatif. Bunga ini tumbuh di lingkungan lembap.
"Kalau digali akan ketemu umbinya. Umbinya itu bisa dimakan," ujar Titut. (surya)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pekanbaru/foto/bank/originals/dua-tangkai-bunga-bangkai_20151111_191330.jpg)