Kamis, 9 April 2026
Pemko Pekanbaru
Super Hub Pemko Pekanbaru

Dikira Bau Mayat, Ternyata Bunga Bangkai Tumbuh di Belakang Rumah

Setelah dicari tahu bukan bau mayat tetapi bau itu bersumber dari dua kuncup bunga bangkai.

Editor: Muhammad Ridho
surya/Irwan Syairwan
Nyonya Dea dan anaknya (kiri) dan dua bunga bangkai. 

TRIBUNPEKANBARU.COM, SIDOARJO - Dea Mahardian (31) kaget bukan kepalang ketika mencium bau menyengat seperti bangkai.

Tadinya, warga Dusun Legok, Desa Legok, Sukodono, Sidoarjo, ini mengira ada seonggok mayat di pekarangan belakang rumahnya.

Namun, setelah dicari tahu bukan bau mayat tetapi bauh itu bersumber dari dua kuncup bunga bangkai.

Sekitar tiga minggu lalu, Dea sudah melihat kuncup bunga tersebut.

Hanya saja, ibu satu anak ini tak mengetahui kuncup tersebut merupakan bakal bunga bangkai.

"Saya kira tanaman talas tadinya. Saya diamkan saja," kata Dea, Rabu (11/11/2015).

Namun, beberapa hari terakhir mulai muncul bau tak sedap.

Paling menyengat ketika malam hari, hingga membuat Dea sekeluarga mual dan pusing.

Khawatir pekarangan rumahnya menjadi tempat pembuangan mayat korban pembunuhan, Dea dan suaminya mencoba mencari asal bau dengan cara membersihkan pekarangan belakang.

"Tahu-tahu, muncul dua bunga ini. Saya dekati, baunya tidak enak. Berarti inilah sumber bau yang saya kira mayat," sambungnya.

Saat ini, bunga bangkai tersebut menjadi tontonan tetangganya.

Dea yang juga guru TK ini pun membawa murid-muridnya untuk menyaksikan bunga eksotis ini.

Bunga tersebut memiliki daun dan tangkai. Mahkotanya menguncup keriput berwarna ungu pekat.

Ukuran diameternya sekitar 30 cm dan mampu mengeluarkan bau menyengat dengan radius 50 meter.

"Saya temukan lagi tiga bakal kuncup bunga bangkai ini. Saya sendiri bungung kok bisa tumbuh di sini, padahal saya tak pernah menanamnya," ujar Dea keheranan.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved