Jangan Sepelekan Jika Anda Sering Buang Air Kecil
OAB, yang merupakan masalah kronis umum, mempengaruhi kualitas kehidupan sekitar 17 persen dari orang dewasa di seluruh dunia
TRIBUNPEKANBARU.COM - Anda sering ke toilet? Tidak tahan ingin ke toilet? Jika terus begini bagaimana untuk terus aktif dalam kehidupan. Namun 40 persen mereka yang menderita kandung kemih terlalu aktif atau Overactive bladder (OAB) tidak pernah berbicara dengan dokter.
Biasanya ketika ada urin dalam kandung kemih, pesan akan dikirim ke otak dan pasien akan menyadari dia harus ke toilet. Dalam keadaan biasa, kita bisa menahan sampai waktu atau tempat yang sesuai untuk kencing.
Tetapi penderita OAB kontraksi otot di kandung kemih dapat terjadi tanpa peringatan dan membutuhkan pasien untuk kencing lebih sering dan mungkin dapat menyebabkan pasien tidak tahan untuk kencing sebelum sampai ke kamar kecil.
Masalah Pundi Terlalu Aktif
OAB menyebabkan seseorang harus seringkali ke toilet, dan dalam kasus yang lebih serius, mengakibatkan pembuangan air kecil di luar kontrol. OAB dapat diidentifikasi melalui gejala berikut:
* Terdesak – kebutuhan mendesak dan tak bisa ditahan untuk membuang air kecil. Ini bisa terjadi meskipun kandung kemih tidak lengkap. Kadangkala, seseorang itu tidak sempat sampai ke toilet sebelum air kencing keluar – ini dinamakan inkontinensia desakan.
* Sering – pergi ke toilet banyak kali pada waktu siang (biasanya lebih dari 7 kali).
* Nokturia – bangun lebih dari sekali pada waktu malam untuk pergi ke toilet.
Tanpa perawataan yang tepat, OAB menyebabkan gangguan fisik, psikologis dan emosional pada pasien. Rasa malu, bersalah dan harga diri yang rendah adalah antara sebab utama bagi keterlambatan mendapatkan pengobatan.
Diperkirakan sebanyak 400 juta orang menderita OAB di dunia dengan lebih 22 juta di Prancis, Jerman, Italia, Spanyol, Swedia dan Inggris (UK).
Survei pada 19.000 pria dewasa dan wanita dari empat negara Eropa dan Kanada menemukan persentase pria dan wanita yang menderita OAB lebih kurang sama dan meningkat dengan peningkatan usia.
OAB disebabkan oleh otot kandung kemih yang terlalu aktif saat kencing tidak terkendali atau stress urinary incontinence (SUI) selama aktivitas fisik olahraga, tertawa, bersin atau batuk tanpa sebab yang diketahui. Namun SUI sering terjadi akibat otot lantai yang lemah setelah bersalin.
Kini penderita OAB dapat menarik nafas lega dengan peluncuran Betmiga yaitu pengobatan sekali sehari dari Astellas untuk menangani masalah terlalu sering buang air kecil.
Betmiga kelas terapi baru untuk mengobati OAB bekerja dengan cara berbeda dari pengobatan yang ada yaitu terapi antimuskarinik. Obat antimuskarinik adalah satu-satunya kelas pengobatan oral lainnya yang menghalangi kontraksi kandung Kending di luar kontrol dengan menghambat reseptor muskarinik di dalam kandung.
Mulut kering adalah salah satu dari efek samping antimuskarinik yang paling umum dan mengganggu pasien lantas menyebabkan obat ini dihentikan. Studi ini menemukan bahwa sekitar setengah dari pasien menghentikan pengobatan OAB dengan terapi antimuksarinik setelah hanya tiga bulan ke atas sebab kurangnya efektivitas atau tidak tahan dengan efek samping yang dialami.
Kini, dengan peluncuran Betmiga®, pasien memiliki pilihan pengobatan oral alternatif, yang memberikan keseimbangan antara efektivitas dan toleransi perawatan kepada pasien.
Berbeda dari terapi antimuskarinik, obat ini merangsang reseptor dalam otot kandung kemih, menyebabkan otot mengendur. Ini menambah muatan penyimpanan kandung tanpa mengganggu pembuangan air kecil, memungkinkan pasien yang mengalami OAB untuk kurang ke toilet dan kurang membuang air kecil di luar kontrol (inkontinensia)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pekanbaru/foto/bank/originals/ilustrasi-tanda-toilet-umum_20150525_103301.jpg)