Jangan Sepelekan Jika Anda Sering Buang Air Kecil
OAB, yang merupakan masalah kronis umum, mempengaruhi kualitas kehidupan sekitar 17 persen dari orang dewasa di seluruh dunia
OAB, yang merupakan masalah kronis umum, mempengaruhi kualitas kehidupan sekitar 17 persen dari orang dewasa di seluruh dunia. Prevalensi OAB meningkat seiring usia dalam kalangan pria dan juga wanita, dengan sepertiga dari pasien mengalami inkontinensia. Dalam kalangan wanita, sehingga 45 persen mengalami pembuangan air kecil tak terkendali dalam hidup mereka.
Prevalensi OAB adalah agak tinggi dalam kalangan rakyat Malaysia, dengan hasil penelitian menemukan bahwa 64 persen dari penghuni kota mengalami masalah ini. Dalam kalangan profesional yang bekerja, 43 persen kini menderita OAB dan 26 persen pasien merupakan golongan berpenghasilan tinggi.
Namun, banyak pasien sering menganggap OAB sebagai bagian dari proses penuaan normal dan menerima kondisi tersebut seadanya, tanpa mendapatkan perawatan dokter.
Kepala dan Konsultan Senior, Departemen Urologi, Rumah Sakit Umum Sarawak. Dr. Teh Guan Chou, mengatakan OAB mempengaruhi aspek emosional, sosial, seks, kerja dan fisik dalam kehidupan harian. Kondisi ini sering dikaitkan dengan kualitas hidup lebih rendah, depresi dan tidur yang kurang nyenyak.
Dalam kasus yang lebih serius, ketirisan air kencing di luar kontrol mungkin dialami dan pasien mungkin perlu memakai pad atau popok perlindungan untuk menghindari situasi yang memalukan.
“Akibatnya, pasien sering menyisihkan diri dari kegiatan sosial dan kegiatan fisik sebagai salah satu tindakan untuk menyembunyikan penyakit mereka. OAB adalah masalah medis dapat dirawat dan pasien yang mengalami gejala seperti membuang air kecil dengan sering dan terdesak, ketirisan air kencing di luar kontrol dan bangun malam untuk buang air sekali atau lebih harus mendapatkan saran dari dokter masing-masing,“ katanya,
Menurut konsultan Urologi, Pusat Medis Sime Darby Subang Jaya, Selangor, Profesor Datuk Dr. Tan Hui Meng, terdapatnya suatu kebutuhan untuk pengobatan yang efektif dan singkat bagi penderita OAB untuk memperbaiki kondisi mereka.
“Sudah hampir 30 tahun sejak pilihan pengobatan oral baru tersedia untuk penderita OAB, justru kami menyambut obat yang mujarab tanpa gangguan dan efek samping tidak diinginkan yang dialami dengan terapi antimuskarinik,” tambahnya.
Sementara Managing Director, Astellas Pharma Singapore Pte. Ltd., Hamaguchi Hiroshi, menegaskan Betmiga® telah diproduksi dengan mempertimbangkan kebutuhan pasien dan pihaknya bangga untuk menawarkan obat ini pada penderita OAB di Malaysia.
Melalui metode tindakan inovatif, Betmiga kini menetapkan standar baru dalam perawatan OAB, bahkan keseimbangan antara efektivitas dan toleransi terhadapnya akan meningkatkan perawatan OAB pada masa depan. (utusan.com.my)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pekanbaru/foto/bank/originals/ilustrasi-tanda-toilet-umum_20150525_103301.jpg)