Pemko Pekanbaru
Super Hub Pemko Pekanbaru

Ramadhan 1437 H

Puasa Melatih Disiplin

Ada beberapa alasan mengapa ibadah puasa di bulan Ramadhan dapat melatih disiplin dan berpegang pada komitmen.

Editor: harismanto
TribunPekanbaru/TheoRizky
Warga sedang membaca ayat suci Al-Quran di Mesjid Raya Pekanbaru sembari menunggu masuknya waktu sholat dzuhur, Selasa (7/6/2016). 

Oleh: KH. Cholil Nafis, Lc., Ph D
Ketua Komisi Dakwah dan Pengembangan Masyarakat MUI Pusat

SAAT berbuka puasa semua umat muslim tepat waktu dan tidak pernah terlambat, bahkan sudah siap-siap sejak beberapa waktu sebelumnya. Inilah latihan kedisiplinan sebagian umat muslim dalam hidup.

Dapat dibayangkan seandainya umat dapat menjalankan aktivitas dengan disiplin seperti saat berbuka puasa, tentu menjalani pekerjaan akan jauh lebih produktif. Namun kenyataannya, sebagian masyarakat muslim masih banyak yang lalai untuk disiplin.

Puasa memiliki nilai dan unsur melatih kedisiplinan. Sebab kewajiban ibadah puasa harus dijalankan pada bulan Ramadhan, waktunya sepanjang siang hari dan disunnahkan shalat tarawih hanya di malam hari.

Saat berpuasa seseorang harus disiplin dalam menjaga dari makan, minum, dan hubungan seksual dengan pasangan yang sah. Bahkan yang lebih utama berpuasa perilaku dengan akhlak dan hati selalu mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Ada beberapa alasan mengapa ibadah puasa di bulan Ramadhan dapat melatih disiplin dan berpegang pada komitmen.

Pertama, Ramadhan melatih untuk disiplin pada pelaksanaan kewajiban hingga seseorang mendapatkan haknya. Bahwa orang yang sudah mukallaf (aqil dan baligh) wajib menjalankan ibadah puasa. Jka berhalangan dan berbuka di bulan Ramadhan maka wajib menggantinya dengan puasa di salah satu hari pada sebelas bulan berikutnya. Ini disiplin dan komitmen umat muslim pada kewajiban yang harus dijalankan oleh dirinya.

Allah SWT berfirman, "Maka, barang siapa di antara kamu ada yang sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa) sebanyak hari yang ditinggalkan itu pada hari-hari yang lain. Dan wajib bagi orang-orang yang berat menjalankannya (jika mereka tidak berpuasa) membayar fidiah, (yaitu) memberi makan seorang miskin. Barang siapa yang dengan kerelaan hati mengerjakan kebaikan, maka itulah yang lebih baik baginya. Dan berpuasa lebih baik bagimu jika kamu mengetahui." (QS al-Baqarah [2]:184).

Kedua, disiplin dalam memanfaatkan waktu agar lebih produktif. Waktu memulai ibadah puasa tak pernah berubah dan selalu konsisten, bahkan sengaja seseorang menunggu dalam memulai maupun mengakhir (baca:buka) puasa. Menunggu dan siap-siap sebelum pelaksanaan adalah sikap dan perilaku orang disiplin dengan waktu. Ia lebih suka mengejar waktu dari pada dikejar waktu, sehingga pekerjaan lebih cepat selesai dan memulai pekerjaan baru dari pada menunda-nunda pekerjaan sehingga banyak tugas menumpuk yang harus diselesaikan.

Semua kebaikan di bulan Ramadhan dilipatgandakan sehingga menambah nilai produktiftas.

Ketiga, disiplin untuk menaati hukum Allah SWT. Saat berpuasa dilatih untuk mentaati perintah untuk meninggalkan sesuatu, seperti makan dan minum, padahal pada hari-hari lainnya diperbolehkan.

Logikanya, jika mampu menahan diri dari sesuatu yang pada dasarnya boleh, tentu menghindarkan diri sesuatu yang sejak semula dilarang akan lebih mudah. Dalam hal ini, implementasi iman dapat direalisasi dalam bentuk perilaku.

Disiplin adalah pangkal kesuksesan karena lebih menghargai waktu, aturan dan tanggungjawab. Islam menyerukan kita untuk memanfaatkan waktu sebaik-baiknya dan sekaligus mengerjakan sesuatu dengan sepenuh hati dan sekuat kemampuannya. Disiplin mengantarkan pada kemaksimalan hidup dalam berbuat baik dan bermanfaat kepada orang lain.

Puasa yang penuh kepatuhan pada komitmen iman, disiplin melaksanakan kewajiban dan patuh pada hukum menjadi pangkal pembangunan diri manusia seutuhnya, sehinga dapat berkarya secara maksimal dan membangun peradaban dunia untuk bekal akhirat.

Demikian pentingnya arti puasa bagi manuisa sehingga menjadi kewajiban rutin kepada hambanya setiap tahun sebulan penuh. Bahkan jika berhalangan berpuasa di bulan Ramadhan maka wajib diganti di harinya.

Manusia tak mungkin dapat hidup maksimal tanpa berlatih disiplin melalui ibadah puasa di bulan Ramadhan. Wallahu a'lam. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved