Pemenang Lomba Aku dan Bank Riau Kepriku
3 Bulan Bersama Bank Riau Kepri Menjadikanku Seorang Mahasiswa
Hingga kini bank yang bisa memberikan pinjaman dengan menjaminkan SK Pegawai Negeri ini lebih dikenal dengan nama Bank Riau Kepri
Oleh: Rizki Okta Mulyadi,
Mahasiswa Unilak
(Juara I Tingkat Mahasiswa Lomba Menulis Aku dan Bank Riau Kepri-ku)
SEDIKIT penjelasan singkat. Bank Riau Kepri adalah sebuah bank BUMD milik pemerintah Provinsi Riau dan Kepulauan Riau yang berkantor pusat di Pekanbaru. Bank ini telah berdiri sejak tahun 1961 dengan nama awal Bank Pembangunan Daerah Riau.
Saat itu orangtuaku masih sering menyebutnya Bank Pembangunan Daerah. Hingga kini bank yang bisa memberikan pinjaman dengan menjaminkan SK Pegawai Negeri ini lebih dikenal dengan nama Bank Riau Kepri (BRK).
Ada kisah menarik bagiku dengan bank ini. Bagaimana tidak. Bank Riau Kepri adalah salah satu faktor yang mempeloporiku untuk menjadi seorang mahasiswa. Loh, kok bisa? Apakah karena beasiswa? Bukan.
Sejak duduk di bangku kelas dua SMK, aku sudah mematangkan pilihan untuk tidak melanjutkan kuliah setelah menyelesaikan sekolah. Aku ingin cepat bekerja, menghasilkan uang sendiri dan menebalkan isi dompet.
Namun, ketika namaku terpampang di mading sekolah untuk berangkat magang di Bank Riau (namanya dahulu) di situlah awal pemikiran mulai berubah. Aku ditempatkan magang di Bank Riau Cabang Pembantu Perawang. Yang kini telah berubah menjadi Bank Riau Kepri Cabang Perawang.
Saat itu tahun 2008. Aku berangkat bersama guru pembimbing dan satu orang teman sekelas yang juga magangnya ditempatkan sama denganku.
Pertama kali memasuki Bank Riau Kepri Cabang Perawang, itulah di mana aku merasakan masuk ke dunia baru. Dunia yang terlihat fiktif namun terasa nyata. Dunia yang nantinya akan memberitahuku apa itu lembaran cek, tabungan giro, slip setoran, slip penarikan, kartu ATM, lembaran-lembaran kredit dan nomor kredit.
Banyak orang-orang berpakaian rapi dengan keterampilan masing-masing di dalamnya. Teller yang cekatan, security yang ramah dan customer service yang sibuk bergelut dengan tombol-tombol keyboard-nya.
Ini juga pengalaman pertama kali memijakkan kaki ke dalam sebuah bank dan merasakan lembutnya sapaan AC saat pintu depan terbuka menyambut ramah. Aku berjalan di belakang guru pembimbing dengan stel kemeja polos berwarna merah maroon dan celana goyang berwarna hitam. Sedikit grogi, tapi ini harus aku jalani. Segala hal yang membuat mental menjadi pengecut harus kubuang jauh-jauh.
Kakiku terus melangkah masuk. Menelusuri pintu yang membatasi ruangan. Ternyata di belakang ruang pelayanan ada ruang pemasaran. Banyak karyawan-karyawan yang sibuk menatap tajam layar komputernya masing-masing.
Mereka terlihat serius seperti penulis yang sedang berpikir menembus imajinasinya. Hanya dua bola mata yang bergerak melihat keberadaan kami lewat. Seolah-olah satu detik menggerakkan tubuh bagi mereka sama dengan membuang satu rupiah. Ya, waktu adalah uang. Hingga kami sampai ke sebuah tangga menuju lantai dua.
Di lantai dua lain lagi, tidak begitu ramai. Hanya ada tiga orang karyawan. Ini yang dinamakan bagian operasional. Tugas mereka mengirim data-data perusahaan ke pusat, melayani pinjaman dan pengarsipan surat.
Di hari pertama aku sudah menemukan pengetahuan baru. Pengetahuan yang belum tentu didapat oleh setiap anak-anak sekolah seumuranku waktu itu. Kami berjalan pelan melewati mereka dan menembus ruang pimpinan.
Setelah bertemu pimpinan, guru pembimbing meninggalkan kami untuk memulai magang di hari pertama. Awalnya aku bersama temanku sedikit kaku. Tapi, setelah waktu berjalan jauh aku sudah bisa membiasakan diri. Aku mulai bisa menguasai kosakata yang bijak dan lembut. Terlebih di saat berbicara kepada nasabah.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pekanbaru/foto/bank/originals/lomba-menulis-aku-dan-bank-riau-kepriku_20160429_090652.jpg)