Senin, 8 Juni 2026
Pemko Pekanbaru
Super Hub Pemko Pekanbaru

Kasus Mutilasi

Ini Alasan Pelaku Hingga Tega Memutilasi Tubuh Korbannya 

Hal itu dilakukannya karena bingung saat akan membuang jasad korban. Ia pun tak sanggup mengangkatnya sendiri.

Tayang:
Penulis: Muhammad Natsir | Editor: M Iqbal
TribunPekanbaru/Muhammad Natsir
Adegan Mutilasi diperagakan Harianto saat pra rekontruksi, Senin (10/4) 

Baca: Lokasi Terisolir, Sehingga Pelaku Leluasa Memutilasi Korban Jadi 13 Potong

Sebanyak 42 adegan yang diperagakan pelaku saat pra rekontruksi yang dipimpin langsung Kasat Reskrim Polres Bengkalis AKP Noak Aritonang.

Seperti yang pernah diberitakan sebelumnya, pembunuhan sadis itu terjadi pada Jumat (24/3/2017) malam di ruko tempat usaha biliard milik Harianto. Namun baru terungkap berkat laporan dari saksi mata bernama Andrean alias Gondrong yang juga terlibat dalam pembunuhan tersebut.

Pelaku, harianto membunuh korban, Bayu Santoso dengan menikam dari belakang menggunakan dua senjata tajam.

Saat pembunuhan terjadi, gondrong segera keluar dari ruko dan kabur ke hutan untuk menyelamatkan diri. Ia baru keluar dari hutan setelah merasa situasi aman. Setelah itu melapor ke Kepolisian Sektor (Polsek) Tanjung Medang.

Andrean kepada polisi menuturkan, pada malam kejadian, sekitar pukul 23.00 WIB, ia ditelepon oleh Harianto untuk datang ke rukonya di Jalan Riau RT 002 RW 001 Desa Tanjung Medang, Rupat Utara, Kabupaten Bengkalis. 

Setiba di ruko, Hary menyuruh Gondrong menelepon Bayu Santoso agar segera datang ke tempat permainan biliar tersebut. Tanpa rasa curiga, Bayu datang dan masuk ke ruko. Pria 38 tahu itu juga tidak curiga ketika Harianto kemudian mengunci ruko dari dalam.

Bayu Santoso, yang duduk di kursi depan meja biliar, tak menyadari ketika Harianto masuk ke kamar mandi. “Keluar dari kamar mandi, pelaku membawa dua bilah pisau dan langsung menikam punggung korban (Bayu Santoso) dari arah belakang,” seperti yang disampaikan Kabid Humas Polda Riau, Kombes Pol Guntur Aryo Tejo, Rabu (29/3/2017).

Tak ayal lagi, Bayu langsung ambruk bersimbah darah. Gondrong langsung lari ke pintu, membuka kunci, dan langsung kabur ke hutan di sekitar perkampungan tersebut.

Pada malam itu ia bermalam di hutan. Keesokan harinya, ia tidak langsung keluar dari hutan. Ia menunggu hingga situasi benar-benar aman.

Ketika memutuskan keluar dari hutan, ia bergegas pergi ke markas Polsek Tanjung Medang untuk melaporkan peristiwa pembunuhan sadis dan brutal tersebut.

Saat aparat Polsek Tanjung Medang tiba di ruko tersebut, Harianto ternyata sudah tidak ada. Pintu ruko sudah dikunci.

Setelah dibuka, aparat kepolisian mencium bau dari arah drum berwarna biru. Setelah dibuka terlihat satu koper berwarna biru yang setelah diangkat ternyata cukup berat. Ketika dibuka, terlihat potongan-potongan tubuh di dalamnya.

Ditangkap di Jakarta Utara

Dua Hari menjadi buronan, Hariantodiringkus tim gabungan Reskrim Polres Bengkalis bersama Unit Jatanras Polda Riau di Jakarta Utara, Rabu (29/3/2017) malam sekitar pukul 21.30 Wib.

Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved