Perjuangan Berat Arif Untuk Tetap Bersekolah
Meskipun hidup dalam ketidakmampuan tidak membuat Arif lemah dan menyerah, Ia berjuang untuk mendapatkan pendidikan demi masa depan
Penulis: Nasuha Nasution | Editor: Sesri
Di tempat kerja barunya itu, Arif mendapatkan gaji yang lumayan, dimana sebulannya Arif dibayar sampai 800 ribu, gaji itu cukup untuk biayanya hidup di Pekanbaru dan kirim ke sang ibu.
"Kebetulan tinggalnya sama saudara sekampung, jadi nggak bayar kontrakan lagi,"ujarnya.
Sempat putus asa tidak mendapatkan pendidikan, Arif ingin pulang kampung pada tahun 2015 lalu, Namun ditengah putus asa Arif, Ia bertemu dengan satu keluarga TNI di Pekanbaru yang juga memberikannya tempat tinggal.
Arif bekerja dengan istri pensiunan TNI itu menjadi pelayan di warung makan. Arif banyak mendapatkan pelajaran berharga dari keluarga TNI yang ramah tersebut, bahkan Arif diangkat sebagai anak angkat.
"Alhamdulillah waktu itu jumpa dengan ibu punya warung yang sekarang saya dianggap sebagai anak sendiri,"jelas Arif.
Meskipun mendapatkan tempat bersandar saat itu, dalam hati Arif setiap saatnya hanya ingin bersekolah, kebetulan di lingkungan tempat bekerjanya banyak pegawai Pemprov makan dan minum.
Setiap bertemu dengan siapa pun di warung milik ibu angkatnya, Arif menyampaikan keinginannya untuk bersekolah, suatu hari, Arif bertemu dengan seseorang yang membantunya untuk ikut bersekolah di sekolah Kesetaraan.
"Sudah lama cari orang yang mau bantu, akhirnya jumpa dengan seseorang, dan langsung membantu saya masuk sekolah. Alhamdulillah berkat pertolongannya saya bisa sekolah melanjutkan pendidikan saya,"ujar Arif.
Arif mengenyam pendidikan non formal atau kesetaraan jenjang SMA di Sekolah Gerakan Indonesia Pintar Taman Pendidikan Anak (GIP TAMPAN) di Cipta Karya Panam Pekanbaru.
"Saya bagai kembali bangkit dari keterpurukan saat bisa belajar dan berbaur bersama anak putus sekolah lainnya di GIP Tampan,"ujar Arif senang.
Meskipun sudah duduk kembali di bangku sekolah dan bahkan sudah ikut UN tahun 2017, namun cita-cita Arif belum tuntas, Ia masih ingin mengenyam duni pendidikan di bangku kuliah.
Dalam hidupnya tetap yakin bisa kuliah meskipun dirinya tidak memiliki uang sedikitpun untuk biaya kuliahnya. Karena cita-cita besar Arif yang ingin dicapainya membuat senyuman sang ibu yang telah hilang kembali tersenyum bahagia.
"Saya harus bisa membuat ibu tersenyum, caranya saya harus sukses dan bersekolah, apapun kondisinya saya harus buktikan ke ibu, saya bisa menjadi tempat bersandarnya,"ujar Arif sambil menangis.
Saat ini Arif tetap bekerja sebagai pelayan di warung makan ibu angkatnya di Pekanbaru, diwaktu luangnya Arif selalu belajar dengan cara mencari informasi di internet. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pekanbaru/foto/bank/originals/husnil-ibnu-arif_20170502_103616.jpg)