Selasa, 7 April 2026
Pemko Pekanbaru
Super Hub Pemko Pekanbaru

Pasokan Garam di Kota Padang Sudah Berkurang 2 Minggu

Kurangnya pasokan garam mengakibatkan naiknya harga garam di tingkat pengecer dan pedagang.

Editor:
Thinkstockphotos
Ilustrasi 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PADANG – Kesulitan pasokan garam di Kota Padang sudah terasa sejak dua minggu lalu.

Dilansir dari padangmedia.com kurangnya pasokan garam mengakibatkan naiknya harga garam di tingkat pengecer dan pedagang.

Menurut salah seorang pedagang di Pasar Raya Padang, Jon (40), Jumat (28/7), jika biasanya harga garam menengah dibeli dari agen 1 pack isi 10 bungkus seharga Rp14 ribu, sekarang naik menjadi Rp25 ribu per pack.

Sedangkan ukuran besar 1 pack isi 10 bungkus garam dibeli seharga Rp35 ribu, kini naik menjadi Rp50 ribu.

“Itupun jatahnya berkurang. Jika biasanya disuplay sebanyak 100 pack setiap waktunya, sekarang hanya dapat jatah 60 pack saja. Termasuk garam halus, saat ini sudah tidak ada beredar lagi,” katanya kepada padangmedia.com.

Pedagang lainnya, Jun (41) menambahkan, kenaikan juga terjadi pada garam balok. Jika biasanya dijual dengan harga Rp8 ribu, kini naik menjadi Rp9 ribu. Stoknya pun sekarang sudah tidak ada karena suplainya tidak masuk.

“Garam karung juga naik signifikan dari semula Rp1500 per kilo, kini menjadi Rp4500 perkilo. Pasokannya juga terbatas,” katanya.

Menurut Sekretaris Jenderal Asosiasi Industri Pengguna Garam Indonesia (AIPGI) Cucu Sutara, hampir seluruh perusahaan yang memproduksi garam beryodium untuk konsumsi rumah tangga tumbang akibat kesulitan mendapatkan bahan baku. Akibatnya, stok garam dalam negeri terus menipis. Tingginya kebutuhan belum bisa diimbangi oleh produksi dalam negeri yang baru bisa mencapai 1,8 juta ton per tahun. Sementara total kebutuhan garam baik untuk konsumsi dan industri mencapai 4,3 juta ton per tahun. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved