Breaking News:

Tahun Baru Islam

1 Muharram - Peristiwa di Balik Hijrah Rasulullah

Dengan demikian orang-orang Muslim yang berhijrah itu akan dapat meningkatkan keimanan dan takwanya kepada Allah

TRIBUNPEKANBARU.COM/DONNY KUSUMA PUTRA
Masjid Agung Islamic Center Pasirpangaraian 

Oleh: KH Zakky Mubarak,
Rais Syuriyah PBNU

SECARA etimologis hijrah adalah meninggalkan suatu perbuatan, menjauhkan diri dari pergaulan, pindah dari satu tempat ke tempat lain atau meninggalkan suatu daerah menuju daerah lain.

Misalnya berpindahnya orang Badui (penduduk padang pasir) menuju ke kota-kota (Lisanul Arab, hal. Vo. 15, hal. 121-122). Secara terminologis yang dikaitkan dengan syari’at agama, hijrah itu pada hakikatnya terdiri dari empat macam.

Pertama, berhijrah dengan meninggalkan semua kegiatan yang dilarang oleh Allah dan Rasul-Nya, yaitu menghindari segala perbuatan yang tercela yang bertentangan dengan ajaran agama Islam. Berhijrah dalam arti demikian, misalnya disebutkan dalam hadis Nabi:

Dari Abdullah bin ‘Amr radliyallahu 'anh, Rasulullah shallallahu 'anh bersabda: “... Dan orang yang berhijrah adalah orang yang meninggalkan segala apa yang dilarang oleh Allah.” (HR. Bukhari, No: 9). Dengan demikian, setiap orang yang telah meninggalkan larangan Allah berarti ia telah melakukan hijrah dalam arti yang pertama.

Kedua, berhijrah atau mengasingkan diri dari perbuatan dan tingkah laku orang-orang musyrik dan orang-orang kafir yang selalu memfitnah dan menyakiti orang-orang Islam.

Demikian kerasnya tekanan dan permusuhan orang-orang kafir dan orang-orang musyrik terhadap orang-orang Muslim, sehingga orang-orang Muslim itu tidak mampu lagi melaksanakan ajaran agamanya.

Apabila terjadi keadaan seperti ini, maka diwajibkan bagi setiap individu Muslim untuk berhijrah meninggalkan kaum yang dzalim itu, kecuali apabila mereka tidak mempunyai kemampuan untuk berhijrah.

Ketiga, berhijrah dari suatu daerah yang diliputi kezaliman, kerusakan, kehancuran akhlak, dan kemaksiatan yang telah merajalela, menuju daerah yang lebih baik.

Di daerah baru, tempat berhijrah itu diharapkan pelaksanaan ajaran Islam dapat ditegakkan oleh masyarakatnya, bergaul dengan orang-orang saleh dan bertakwa. Dengan demikian orang-orang Muslim yang berhijrah itu akan dapat meningkatkan keimanan dan takwanya kepada Allah.

Halaman
1234
Editor: harismanto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved