Minggu, 3 Mei 2026
Pemko Pekanbaru
Super Hub Pemko Pekanbaru

Eksklusif

Begini Respon Warga Pekanbaru Terkait Rencana Razia Pajak kendaraan Bermotor

Rencana Bapenda Riau menertibkan pengendara yang menunggak pajak dalam bentuk razia bersama dengan kepolisian mendapat reaksi beragam dari masyarakat.

Tayang:
Editor: harismanto
TribunPekanbaru/Theo Rizky
Warga mengurus surat-surat kendaraan di Samsat Kota Pekanbaru 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Rencana pemerintah daerah melalui Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) menertibkan pengendara yang menunggak pajak dalam bentuk razia bersama dengan kepolisian mendapat reaksi beragam dari masyarakat.

Seorang warga komplek Universitas Riau, Panam, Pekanbaru, mengakui bahwa ia sampai kini memang menunggak pembayaran pajak untuk sepeda motornya selama empat tahun.

Menurutnya, hal itu terjadi selain ia lupa juga karena bentuk protes kepada pemerintah.

Menurutnya, upaya pemerintah daerah menjaring pengendara yang tidak menunaikan kewajiban membayar pajak tidak sejalan dengan hak yang didapatkan masyarakat.

Baca: Film Merah Putih Memanggil Tayang Hari Ini. Pasukan Elite Turut Jadi Pemeran

"Harusnya pemerintah daerah juga transaparan soal penerimaan pajak. Masa tahunya hanya menjaring pajak. Masyarakat tidak tahu bagaimana dan sebesar apa pajak yang didapatkan," ujarnya kepada Tribun, Senin (2/10/2017), seraya meminta namanya disamarkan.

Ia menambahkan, selama ini kebanyakan masyarakat sudah melaksanakan kewajibannya membayar pajak.

Namun tidak mendapatkan haknya sebagaimana mestinya. Hak yang dimaksud pria itu adalah perhatian pemerintah daerah pada pembangunan.

"Lihat saja jalan-jalan yang rusak. Belum lagi banjir di banyak titik jalan jika hujan turun. Dimana bentuk perhatian pemerintah. Sedangkan masyarakat terus dibebani pajak membayar untuk kepentingan daerah," ungkap pria berinisial NS tersebut.

Ia sendiri tidak khawatir dengan rencana Bapenda melakukan razia para penunggak pajak kendaraan bermotor.

Baca: Sang Anak Saksikan Pelaku Mengesekusi Ibunya

Jika nanti terjaring dan diharusnya melunasi kewajiban pajaknya, ia akan membayarnya.

Meski demikian, ia tetap akan mempertanyakan komitmen pemerintah pada pembangunan.

"Jangan hanya ketika terdesak, ketika target pendapatan pajak tidak terpenuhi, kemudian masyarakat didesak-desak. Harusnya rencana itu sudah dimatangkan jauh-jauh hari. Jangan tiba-tiba kemudian masyarakat terkesan ditakut-takuti," paparnya.

"Jadi saya pikir benahi dululah. Sosialisasikan baik-baik kepada masyarakat. Jangan ditakut-takuti. Rencana saja tidak matang, ujung-ujungnya masyarakat yang didesak-desak," sambungnya.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved