Kamis, 9 April 2026
Pemko Pekanbaru
Super Hub Pemko Pekanbaru

Pelatihan Wartawan Daerah BI Bahas Pentingnya Pengendalian Inflasi

Bank Indonesia memaparkan tentang Pengendalian Inflasi Daerah untuk Mewujudkan Kesejahteraan Masyarakat

Penulis: Ikhwanul Rubby | Editor:
Istimewa
Pelatihan Wartawan Daerah BI 

Laporan wartawan Tribun Pekanbaru, Ikhwanul Rubby

TRIBUNPEKANBARU.COM - Dalam pertemuan hari pertama Pelatihan Wartawan Daerah Bank Indonesia 2017 yang dilaksanakan di Grand Sahid Jaya Hotel Jakarta, (20/11), dipaparkan sejumlah materi yang menjadi isu hangat dalam lingkup pemberitaan Bank Indonesia.

Pada sesi pertama dari pelatihan ini Bank Indonesia memaparkan tentang Pengendalian Inflasi Daerah untuk Mewujudkan Kesejahteraan Masyarakat. materi ini dipaparkan oleh Direktur Kebijakan Ekonomi dan Moneter Bank Indonesia, Yoga Affandi, Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Makro dan Keuangan Kementrian Kordinator Bidang Perekonomian, Iskandar Simorangkir, Pengamat Ekonomi, Lana Soelistyonengsih dan Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo.

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo mengatakan dalam rangka menjaga inflasi, disektor rill Jawa Tengah melakukan pemantauan ditempat distribusi, produksi dan yang lainnya. Untuk menjalankan hal gtersebut Jawa Tengah melakukan sinergi dengan Bank Indonesia.

Sinergi yang dijalin, dilakukan dengan sebuah aplikasi bernama Si HATI yang memungkinkan melakukan pemantauan dan melakukan diskusi dengan lebih muidah.

Ia mengatakan dengan cara ini pergerakan inflasi bisa ditangani lebih cepat.

Dengan cara ini pula Jawa Tengah berhasil mengendaliakn tingkat inflasi dalam level rendah.

Ganjar memaparkan karena hal itu pula Jawa Tengah berhasil mendapatkan penghargaan TPID Inovatif tahun 2017 oleh Presiden Republik Indonesia.

Dikatakan inflasi yang rendah memberi dampak positif bagi kesejahteraan masyarkat, dengan ini juga dapat mengurangi tingkat kemiskinan dan ketimpangan terutama bila harga pangan stabil.

Menurutnya inflasi yang rendah juga mampu mengurangi resiko spekulan oleh produsen yang melakukan penimbunan barang.

Direktur Kebijakan Ekonomi dan Moneter Bank Indonesia, Yoga Affandi dalam pemaparannya mengatakan data inflasi memiliki banyak kegunaan terlebih dalam menentukan suatu kebijakan moneter.

"Data inflasi bisa digunakan untuk menyesuaikan variabel ekonomi lain ke nilai rillnya. Selain itu data ini juga dapat digunakan untuk menyesuaikan pendapatan dan bantuan dari pemerintah. selain itu data inflasi yang tercerminkan dari Indeks Harga Konsumen (IHK) juga menjadi faktor yang mempengaruhi pendapatan warga negara," katanya.

Dijelskan secara umum dinamika inflasi indonesia dipengaruhi oleh supply shock, baik dari pangan sebagai yang berkontribusi besar dalam data inflasi serta kebijakan subsidi energi.

Dalam rangka menjaga inflasi ini BI berperan dalam hal pengendalian espektasi inflasi, mengelola permintaan dan stabilisasi nilai tukar,

Untuk menjaga kestabilan inflasi ini peran pemerintah juga dibutuhkan. Peran pemerintah yakni mengendalikan ekspektasi inflasi, mengelola sisi supply dan menetapkan harga komoditas tertentu.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved