Dumai
Mengapung 2 Hari di Selat Malaka, Rojali Selamat Setelah Manfaatkan Tutup Fiber
Ia mendapat perawatan di sana setelah berhari-hari terombang ambing di sekitar Perairan Pulau Berhala, Provinsi Sumatera Utara.
Penulis: Fernando | Editor: Afrizal
Laporan Wartawan Tribundumai.com, Fernando Sikumbang
TRIBUNDUMAI.COM,DUMAIKOTA- Rojali tampak lemah kala petugas Basarnas Pekanbaru Wilayah Kerja Dumai mengevakuasinya, Sabtu (2/12/2017) malam di Pelabuhan Dumai.
Pria yang mengenakan sweater oranye tampak gontai.
Sejumlah petugas membantunya agar berhati-hati melangkah ketika evakuasi dari kapal.
Satu unit ambulance siaga membawa pria 42 tahun ke RSUD Dumai.
Ia mendapat perawatan di sana setelah berhari-hari terombang ambing di sekitar Perairan Pulau Berhala, Provinsi Sumatera Utara.
Baca: Sempat Terombang Ambing di Laut, Basarnas Pekanbaru Evakuasi Nelayan asal Deli Serdang ke Dumai
Baca: Baru 2 Kali Digelar di Indonesia, Kontes Ayam Denak Diusahakan Masuk Kalender Wisata 2018
Kapal yang ia tumpangi bersama tiga rekannya terkena amuk badai pada 25 November 2017 silam di perairan itu.
Nelayan asal Pantai Labu, Kabupaten Deli Serdang, Provinsi Sumatera Utara masih ingat betul insiden di tengah ganasnya Laut Selat Malaka.
Rojali dan rekannya Maswan (30) selamat dalam insiden memilukan.
Mereka harus kehilangan dua rekannya yakni Kasim (57) dan Aman (50) saat sedang mencari Ikan di laut.
Badai menghempas kapal saat mereka pulang melaut menuju Pantai Labu.
Rojali dan Maswan bisa menyelamatkan diri dengan memakai tutup fiber.
Rekannya Aman langsung hilang tertelan ombak yang besar dalam cuaca buruk.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pekanbaru/foto/bank/originals/petugas-basarnas-pekanbaru_20171203_143423.jpg)